PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kabut Asap Kian Tebal, Batam Bagaikan Negeri di Atas Awan
Oleh : Hendra
Rabu | 18-09-2019 | 11:52 WIB
asap-mukakuning.jpg honda-batam
Kondisi asap di daerah Mukakuning, Kota Batam. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Rabu (18/9/2019) pagi ini Batam bak negeri di atas awan. Hampir menyeluruh asap kiriman atau jerebu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang didominasi kiriman dari Riau membuat langit-langit Batam terbungkus asap.

Pantauan BATAMTODAY.COM, seperti pagi ini di wilayah Batam Center, tampak dari kejauahan di kawasan Ocarina memandang ke pusat pemerintahan asap seakan-akan menelan kejernihan udara, bahkan logo 'Welcome to Batam' tampak tidak terlalu jelas.

Hal lainnya, semakin berlanjut ke wilayah Kecamatan Batuaji dan Sagulung, kepulan asap tidak sehat ini seakan-akan memberi tanda bahwa kita harus sadar alam tengah menghukum kita karena ulah kita sendiri.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Batam, Didi Kusmarjadi saat dikonfirmasi di grup pewarta BMKG Batam hari ini mengatakan, perihal Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Rabu (18/9/2019) pagi ini di atas angka 100.

"Izin info, pagi ini ISPU di atas (angka) 100," balasanya.

Melihat hal ini, kecemasan warga bisa saja semakin meningkat, tentunya karena kesempatan untuk terserang penyakit Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) semakin tinggi, ditambah lagi mobilitas warga Batam yang banyak bekerja di lapangan.

"Kemarin saya baca berita aja, sepanjang tahun ini kasus ISPA meningkat, itu jauh sebelum polemik asap Sumatera menyerang Batam," terang, Dodi salah seorang mahasiswa pecinta alam di Batuaji.

Meski begitu Dodi juga turut mengapresiasi peran Dinkes dan istansi pemerintahan lainnya di kota Batam yang langsung turun membagikan masker ke jalanan.

"Walau sebenarnya yang kita minta adalah pengusutan tuntas dan tegas perusahaan pembuka lahan dan juga oknum pembakaran lahannya. Karena si Batam juga sering dibakar," tegasnya.

"Ini kayak negeri di atas awan aja kita sekarang, tapi awan penyakitan," pungkasnya.

Editor: Gokli