PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ustadz Abdul Somad Dilaporkan ke Polda NTT
Oleh : Redaksi
Sabtu | 17-08-2019 | 15:52 WIB
uas-dipolisikan.jpg honda-batam
Ustadz Abdul Somad. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Kupang - Ustadz Abdul Somad telah dilaporkan Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Kepolisian Daerah (Polda) NTT, Sabtu (17/8/2019).

Pasalnya, Ustadz Somad diduga telah menistakan Salib dan Patung yang merupakan simbol Agama Katolik dan Kristen Protestan dalam video yang tersebar di Youtube atau media sosial.

"Kami sudah laporkan Ustad Abdul Somad ke Polda NTT terkait ceramahnya yang melecehkan umat Kristen dan Katolik," ungkap Anggota Brigade Meo, Jimy Ndeo.

Kata Jimy, dalam kotbah Ustad Abdul Somad yang viral di media sosial, sudah sangat meresahkan dan mencederai umat Kristen dan Katolik di Indonesia terlebih umat di NTT. Untuk itu, Ustad Abdul Somad harus mempertanggung jawabkan pernyataannya tersebut.

"Apa yang dikatakan Ustadz Abdul Somad dalam videonya itu sudah sangat meresahkan masyarakat, terlebih umat Kristen dan Katolik. Dia harus bertanggung jawab," kata Jimy.

Jimy menyayangkan tausiah yang dibawakan Ustad Abdul Somad. Sehingga Ustad Abdul Somad bisa memberikan klarifikasi atau permohonan maaf kepada umat Kristen dan Katolik atas pernyataannya tersebut.

"Kami laporkan Ustadz Abdul Somad sebagai pribadi, tak ada kaitannya dengan Umat Muslim. Jika, Ustad keliru, maka kami harap ada permohonan maaf dan klarifikasi," katanya.

Pengacara Kondang Petrus Bala Pattyona dalam akun facebooknya menyatakan, pemahaman Abdul Somad tentang simbol Palang Merah saja sudah salah, sehingga mau diganti Bulan Sabit. Apalagi simbol keyakinan agama lain, yang Abdul Somad tidak mendalami. Pemeluk agama mana pun pasti marah, bila simbol-simbol keyakinannya, dijadikan olok-olokan atau dihina.

"Mudah-mudahan ke depannya ceramahmu lebih menyejukan dan bukan untuk melawak atau membuat pendengarnya heboh," tegas Bala Pattyona.

Selain itu, di media sosial respon yang lain pun berdatangan dari NTT mengecam pernyataan Abdul Somad. Pasalnya pernyataan tersebut dapat menyulut api perpecahan antar umat beragama di Provinsi NTT.

"Tangkap Ustad Abdul Somad dan minta pertanggung jawabannya di depan hukum. Pihak berwajib jangan tebang pilih. Ini demi menjaga keutuhan NKRI," ungkap Andy Welan Pemuda Katolik Kupang NTT.

Sumber: Kumparan
Editor: Dardani