PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kini, Anggota Komisi I Fraksi PKB yang Minta Pendidikan Enzo Ditunda
Oleh : Redaksi
Jumat | 16-08-2019 | 14:17 WIB
enzo-panglima-tni1.jpg honda-batam
Panglima TNI saat melakukan Pantuhir Enzo Zenz Allie. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Beragam tanggapan positif dilontarkan terkait dengan polemik taruna Akmil Enzo Zenz Allie yang diloloskan TNI meski sempat diterpa isu terpapar radikalisme.

Namun demikian, anggota Komisi I DPR RI, Syaiful Bahri Anshori justru mengkritik sikap yang ditunjukan TNI tersebut.

"Sikap kehati-hatian KSAD terhadap Enzo tidak tepat kalau diterapkan kepada salah seorang calon perwira di Akmil yang disinyalir terpapar paham HTI, Karena ini menyangkut ideologi negara, dan negara kesatuan Republik Indinesia," ungkap Syaiful kepada wartawan, Kamis (15/8/2019).

Ia mencerna, sikap TNI dalam polemik tersebut seakan tak mau menerima masukan masyarakat meski menyangkut ideologi bangsa.

"Sikap yang ditampilkan oleh KSAD memberikan kesan bahwa institusi TNI masih belum berubah, masih belum modern," tegasnya.

Baginya, diterimanya Enzo di Akmil justru tidak selaras dengan semangat pemerintah dalam mempertahankan ideologi negara dari kelompok ekstrimisme dan radikalisme yang selama ini mencoba merusak persatuan dan kesatuan NKRI.

"Bisa berlawanan dengan semangat yang digelorakan oleh pemerintah dan keamanan tentang pemberantasan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme. Lalu untuk apa ada Densus dan BNPT?" tanyanya.

Oleh karenanya, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini meminta kepada KSAD untuk menunda proses pendidikan Enzo di Akmil hingga tudingan yang selama ini beredar selesai hingga terang.

"Saya berharap Pak KSAD untuk mem-pending dulu terkait keputusannya soal Enzo dan minta masukan dari berbagai pihak yang punya kompetensi soal masalah ini. Sebab masalah ini sangat serius untuk kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara," tandasnya.

Sumber: RMOL
Editor: Dardani