Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Operasi PAM AKLI

Lanal Batam Gagalkan Perompakan Kapal
Oleh : Hendra Zaimi
Rabu | 26-01-2011 | 15:54 WIB
DSC_0112.JPG Honda-Batam

Kawanan perompak kapal MV Lucky Star 8 saat diekspose di depan wartawan di Lanal Batam, Rabu 26 Januari 2011 (Foto: Hendra Zaimi)

Batam, batamtoday - Pangkalan angkatan Laut (Lanal) Batam berhasil menggagalkan perompakan kapal MV Lucky Star 8 dan membekuk 9 tersangka perompak di perairan perbatasan Indonesia, Singapura dan Malaysia, Selasa 25 Januari 2011 sekitar pukul 23.50 WIB.

Pengungkapan kasus tersebut berdasarkan informasi dari Gusus keamanan laut Armada bagian barat (Guskamla Armabar), bahwa kapal MV Lucky Star 8 yang berangkat dari Dumai tujuan Songklak (Thailand) telah dibajak perompak di perairan perbatasan Indosesia, Singapura dan Malaysia.

Mendapatkan laporan itu, Lanal Batam langsung memerintahkan KRI Kelabang 826 yang sedang di BKO dalam operasi Pengamanan Arus Laut Kepulauan Indonesia (Pam AKLI), karena KRI Kelabang 826 berada pada posisi paling dekat dari lokasi yang dilaporkan oleh Guskamla Armabar.

"Kita langsung memerintahkan KRI Kelabang 826 untuk memeriksa di lokasi yang dilaporkan," kata Komandan angkatan laut (Danlanal) Batam, Kolonel Laut Iwan Isnurwanto kepada batamtoday, Rabu 26 Januari 2011 di Pangkalan Angkatan Laut Batam.

Menurut keterangan Danlanal, perompak membajak kapal tersebut beberapa hari yang lalu dengan menggunakan kapal pancung, setelah berhasil naik ke kapal MV Lucky Star 8, kesembilan perompak yang menggunakan senjata tajam langsung menyandera nakhoda dan ABK kapal, dan mengumpulkan semua sandera ke haluan kapal.

"Tidak ada korban jiwa dalam aksi perompakan itu," lanjutnya.

KRI Kelabang 826 yang di nakhodai Mayor Laut Bambang Warsito langsung mendekati lokasi dan merapat ke kapal MV Lucky Star 8, dan selanjutnya langsung melakukan pemeriksaan manifest penumpang kapal.

"Dalam manifest tertera 22 nama, setelah kita tanyakan pada kapten kapal atas nama Nurcholis, bahwa penumpang yang resmi hanya 13 orang," tegasnya.

Mendapatkan keterangan tersebut, nakhoda KRI Kelabang 826 meminta kepada kapten kapal MV Lucky Star untuk menunjuk ABKnya.

"Setelah semua di cek ada 9 orang atas nama Setiawan, Sumarto, Hamzah bin Unba, Lamouru, Laode Eje, David Yanto, Kusni meruapakan warga negara Indonesia. Sementara Moch Yazid bin Hamzah berkewarganegaraan Malaysia dan Hamzah merupakan warga negara Singapura," jelas Danlanal.

Selanjutnya kesembilan perompak dan kapal MV Lucky Star langsung digiring ke perairan Batu Ampar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Saat ini seluruh perompak sedang kita periksa," pungkas perwira menengah angkatan laut ini.