Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Skema Ketat Sambut Jemaah Haji Kloter Pertama di Madinah
Oleh : Saibansah
Minggu | 19-04-2026 | 16:32 WIB
Budi_Nugraha.jpg Honda-Batam
Kepala Staf Teknis Haji sekaligus Wakil Ketua PPIH Arab Saudi, Budi Agung N. (Foto: Saibansah/J5NEWSROOM.COM)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Persiapan penyambutan jemaah haji di Tanah Suci memasuki tahap krusial. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tengah melakukan finalisasi menjelang kedatangan kloter pertama yang dijadwalkan tiba di Bandara Jeddah pada 22 April mendatang.

Kepala Staf Teknis Haji sekaligus Wakil Ketua PPIH Arab Saudi, Budi Agung N., memastikan seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi, telah siap.

Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta juga telah disebar ke Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara guna memastikan proses kedatangan jemaah berjalan lancar.

Pada tahun ini, embarkasi Jakarta-Garuda (JKG) kembali masuk dalam skema fast track, sehingga proses imigrasi di bandara dapat berlangsung lebih cepat. Jemaah kloter pertama JKG dijadwalkan mendarat di Jeddah pada pukul 00.45 waktu setempat.

"Karena menggunakan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat. Penyambutan resmi akan dilakukan saat jemaah tiba di hotel di Madinah," ujar Budi saat berbincang dengan para wartawan yang tergabung dalam MCH PPIH Arab Saudi 2026 di Kantor Daker Madinah.

Ia menambahkan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi dan Konsul Jenderal RI di Jeddah direncanakan akan hadir langsung untuk menyambut kedatangan jemaah kloter pertama.

Salah satu perhatian utama tahun ini adalah pengaturan pergerakan jemaah dari bandara menuju bus. PPIH bekerja sama dengan Nusuk Marhaban dan Syarikah Duyuf Al-Bait untuk memastikan alur pergerakan berjalan tertib.

"Kami mengatur pergerakan jemaah dari bandara ke bus berdasarkan regu dan rombongan. Tujuannya agar sejak di bus hingga pembagian kamar hotel, jemaah tetap berada dalam kelompoknya. Ini menjadi kunci ketertiban," jelas Budi.

Untuk penanganan bagasi, syarikah SBS telah disiagakan guna memastikan seluruh barang bawaan jemaah sampai dengan aman di tujuan.

Berdasarkan estimasi, perjalanan dari Bandara Jeddah menuju hotel di Madinah akan memakan waktu sekitar enam jam.

Dengan waktu kedatangan pukul 00.45, jemaah diperkirakan tiba di hotel pada pukul 06.50 waktu setempat. Jemaah tidak akan menjalani proses transit, melainkan langsung diarahkan menuju hotel yang telah disiapkan di Madinah.

Selama berada di Madinah, jemaah dijadwalkan tinggal selama delapan hingga sembilan hari untuk melaksanakan ibadah Arbain. Selama periode tersebut, kebutuhan konsumsi jemaah menjadi perhatian utama.

"Jemaah akan mendapatkan layanan konsumsi maksimal sebanyak 27 kali selama di Madinah. Setelah hari kesembilan, jemaah akan diberangkatkan menuju Makkah untuk persiapan puncak ibadah haji," pungkasnya.

Rincian Perjalanan Kloter Perdana (JKG):

Waktu mendarat: 00.45 (Bandara Jeddah)
Estimasi tiba di hotel: 06.50 (Madinah)

Syarikah layanan: Duyuf Al-Bait
Durasi di Madinah: 8–9 hari
Jatah konsumsi: maksimal 27 kali

Editor: Dardani