Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Mahasiswa Indonesia dan Mukimin Siap Sukseskan Pelaksanaan Ibadah Haji 2026
Oleh : Saibansah
Minggu | 19-04-2026 | 14:32 WIB
mahaiswa_bimtek_petugas_haji.jpg Honda-Batam
Sebanyak 423 mahasiswa Indonesia dan warga Indonesia yang telah bermukim di Arab Saudi yang siap menyukseskan pelaksanaan Ibadah Haji 2026. (Foto: MCH Arab Saudi 2026)

BATAMTODAY.COM, Madinah - Kepala Kantor Urusan Haji, mewakili Konsul Jenderal, Duta Besar Rizwan B. Amdari, bersama Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri secara resmi membuka kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi tenaga pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, khususnya untuk daerah kerja Madinah dan bandara, Minggu (19/4/2026).

Pada kegiatan yang digelar pagi hari ini, tercatat sekitar 423 orang mukimin dan mahasiswa Indonesia di Arab Saudi mengikuti Bimtek. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji yang akan segera tiba.

Sesuai rencana, jemaah haji kloter pertama dijadwalkan tiba pada Rabu (23/4/2026) pagi waktu Arab Saudi, khususnya di Madinah, yakni dari kloter JKG 01. PPIH Arab Saudi menyatakan kesiapan penuh untuk menyambut dan melayani para tamu Allah dengan mengedepankan kolaborasi dan sinergi bersama seluruh unsur pendukung.

Melalui kegiatan Bimtek ini, para peserta diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menyadari besarnya tanggung jawab sebagai mukimin dan mahasiswa Indonesia di Arab Saudi. Terlebih bagi mereka yang telah memiliki pengalaman dalam melayani jemaah haji pada tahun-tahun sebelumnya.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan amanat dari Menteri Haji dan Umrah agar seluruh tenaga pendukung terus meningkatkan profesionalitas dan sinergi lintas sektor. Hal ini penting untuk menjawab ekspektasi tinggi masyarakat Indonesia terhadap pelayanan haji yang prima.

Menjelang kedatangan jemaah haji, berbagai persiapan telah dilakukan. Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah menyatakan dukungannya terhadap upaya yang dilakukan oleh Kementerian Agama dalam mempersiapkan pelayanan jemaah.

Seusai acara pembukaan Bimtek, Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal RI Jeddah, Soeharyo Tri Sasongko menjawab para wartawan MCH (Media Center Haji) PPIH Arab Saudi 2026 mengungkapkan, beberapa hari sebelumnya, Konsulat Jenderal RI di Jeddah telah mengirimkan Konsul Imigrasi untuk mendampingi tim imigrasi Arab Saudi (Jawazat), khususnya dalam pelayanan jemaah yang menggunakan jalur Makkah Route.

"Diharapkan dengan sistem ini, proses pemeriksaan keimigrasian dilakukan sejak di Indonesia, sehingga memperlancar proses kedatangan di Arab Saudi," ujar Soeharyo.

Selain itu, lanjutnya, koordinasi juga terus dilakukan, terutama terkait perlindungan jemaah, bersama tim dari Kementerian Haji dan Umrah. Diharapkan, peningkatan persiapan ini dapat mendorong kualitas pelayanan haji tahun ini menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Para tenaga pendukung akan dibagi ke dalam dua daerah kerja, yaitu Madinah dan bandara. Di Madinah, mereka akan ditempatkan di berbagai sektor dan berinteraksi langsung dengan jemaah.

PPIH menekankan bahwa banyak jemaah haji yang tergolong lanjut usia dan berisiko tinggi, sehingga memerlukan penanganan khusus dengan penuh kepedulian. Oleh karena itu, seluruh petugas diimbau untuk meluruskan niat dalam melayani, serta tidak menganggap tugas ini sebagai rutinitas semata, melainkan sebagai bentuk pengabdian.

Untuk penyambutan jemaah kloter pertama di Madinah, direncanakan akan dihadiri oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, bersama Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron B. Ambary.

Terkait kesiapan dokumen, PPIH memastikan bahwa seluruh jemaah kloter pertama telah memiliki kartu Nusuk sebelum keberangkatan. Hal ini dinilai sebagai kemajuan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang sempat mengalami keterlambatan penerbitan kartu.

Dengan adanya kartu Nusuk serta penerapan layanan Makkah Route, proses kedatangan jemaah di Arab Saudi diharapkan menjadi lebih lancar. Setibanya di bandara, jemaah dapat langsung menuju bus dan diberangkatkan ke hotel masing-masing tanpa kendala berarti.

Editor: Dardani