Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Segera Dirujuk ke RS Awal Bros Batam

Ternyata, Pemuda di Karimun Ini Lumpuh Dua Tahun Akibat Penyakit Tumor
Oleh : Wandy
Sabtu | 13-07-2019 | 11:16 WIB
tumor-tlng-blkng.jpg Honda-Batam
Direktur RSUD M Sani, Zulhadi. (Dok Batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Kelumpuhan yang dialami Nopi Eka Prasetyo (23), seorang pemuda warga Bukit Sidomulyo RT001/RW004, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun, ternyata disebabkan penyakit tumor, yang telah mengerogoti tulang belakangnya.

Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD M Sani, Zulhadi, bahwasannya tumor yang diidap Prasetyo mengenai tulang belakangnya. "Kelumpuhannya karena tumornya mengenai tulang belakang. Sehingga terjadi kelumpuhan lantaran tumor tersebut telah menekan saraf kaki," terang Zulhadi, Jumat (12/7/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Zulhadi menjelaskan, untuk penanganan selanjutnya, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Batam. Sebab di RSUD M Sani tidak memiliki alat pendeteksi tumor yang diderita pasien.

"Jadi dokter kita sudah membuat rujukan ke RS Awal Bros. MRI di rumah sakit di Kepri untuk menentukan derajat untuk tumornya hanya ada di Rumah Sakit Awal Bross Batam," ujarnya.

Saat ini, pemuda kelahiran Tanjungbalai Karimun, 18 November 1996 itu masih dirawat di ruang perawatan di lantai lima RSUD M Sani, Karimun. Pasien dirawat secara intensif oleh dokter spesialis saraf sebelum dirujuk ke Batam sembari menunggu pihak keluarga menyiapkan BPJS Kesehatannya.

"Di RSUD kita tidak pakai biaya dan bisa pakai SKTM, namun di Awal Bross harus menggunakan BPJS. Jadi keluarga kita motivasi untuk mengurus BPJS. Pihak keluarga mungkin berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Nopi Eka Prasetyo (23) seorang pemuda warga Bukit Sidomulyo RT 001/RW 004, Kelurahan Tanjungbalai, Kecamatan Karimun hanya bisa terbaring lemah ditempat tidur dan tinggal sendirian.

Hal tersebut dikarenakan sejak dua tahun lalu ia mengalami kelumpuhan dipicu jatuh saat bermain sepak bola. Dan saat ini ia menjalani kehidupannya hanya dengan berbaring ditempat tidur.

Sebab kedua orang tuanya sejak beberapa tahun lalu memutuskan untuk berpisah. Dan dulu Prasetyo panggilan akrabnya sempat tinggal bersama ibunya namun sejak ibunya menikah lagi ia tinggal sendiri, karena ibunya memilih untuk tinggal bersama suami barunya.

"Kalau ibunya masih sering kita lihat mengantar makanan untuk Prasetyo namun untuk tinggalnya bersama suami barunya," ucap seorang tetangga, Senin (8/7/2019).

Editor: Gokli