PKP

KPK Periksa Sallyawati Rahardja Untuk Kasus Suap Garuda Indonesia
Oleh : Redaksi
Kamis | 11-07-2019 | 15:08 WIB
emirsyah-satar-mantan-dirut-garuda-indonesia1.jpg honda-batam
Emirsyah Satar. (Foto: Ist)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Hari ini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Manajer Administrasi dan Finance Connaught International Pte Ltd, Sallyawati Rahardja.

Sallyawati dipanggil untuk kasus dugaan suap pengadaan mesin dan pesawat Garuda Indonesia dari S.A.S Rolls-Royce P.L.C pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Ia pernah bekerja untuk bos PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo.

Sallyawati akan diperiksa penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar (ESA).


"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (Emirsyah Satar)," ujar jurubicara KPK, Febri Diansyah, kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua orang tersangka yakni Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo.

Emirsyah Satar diduga menerima suap 1,2 juta Euro dan 180 ribu dolar AS atau total Rp 20 miliar dari Soetikno melalui seorang perantara.

Kemudian, Emirsyah juga diduga menerima barang senilai 2 juta dolar AS yang tersebar di Singapura, Australia, dan Indonesia, dari perusahaan manufaktur terkemuka asal Inggris, Rolls Royce. Pemberian barang itu terkait pembelian 50 mesin pesawat Airbus SAS pada periode 2005-2014 oleh PT Garuda Indonesia.

Teranyar, KPK menemukan aliran dana lintas negara dalam pengusutan perkara ini. KPK juga telah mengantongi bukti penggunaan puluhan rekening bank asal luar negeri yang diduga berkaitan dengan aliran dana milik para tersangka suap.

Hingga saat ini, KPK tengah menelusuri temuan-temuan baru tersebut. KPK berencana melakukan serangkaian pemeriksaan sejumlah saksi beberapa waktu ke depan.

"Dalam dua minggu ini KPK telah menggendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk kepentingan penelurusan aliran dana dan dokumen lain yang relevan," demikian Febri.

Sumber: RMOL
Editor: Dardani