PKP

Nilai Ekspor Kepri Februari 2019 Turun 28,89 Persen
Oleh : Ismail
Jum\'at | 15-03-2019 | 17:52 WIB
ekspor11.jpg honda-batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri mencatat nilai ekspor Kepri pada bulan Februari 2019 lalu mengalami penurunan sebesar 28,89 persen. Jika pada bulan Januari lalu nilai ekspor Kepri sebesar US$1.018,83 juta menjadi US$724,54 juta pada Februari 2019.

Kepala BPS Kepri Zulkipli mengungkapkan, penurunan tersebut disebabkan turunnya ekspor sektor nonmigas sebesar 32,93 persen.

"Lalu, turunnya ekspor sektor migas sebesar 24,61 persen," ungkapnya, Jumat (15/3/2019).

Menurut Zulkipli, bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, nilai ekspor ini juga mengalami penurunan sebesar 33,89 persen. Dari US$1.096,03 juta menjadi US$724,54 juta.

Sama halnya dengan perbandingan bulan lalu, penurunan nilai ekspor Februari 2019 dibanding Februari 2018 juga disebabkan oleh turunnya ekspor sektor nonmigas sebesar 50,30 persen dan sektor migas sebesar 4,21 persen.

"Rata-rata memang penyebab turunnya angka ekspor ini disebabkan komoditas migas dan non migas," ujarnya.

Disamping itu, Zulkipli mengutarakan, total ekspor kumulatif bulan Januari-Februari 2019 di Kepri adalah sebesar US$1.743,37 juta. Jika dibandingkan dengan total ekspor kumulatif Januari-Februari 2018, mengalami penurunan sebesar 17,71 persen yaitu dari US$ 2.118,57 juta menjadi US$1.743,37 juta.

"Turunnya nilai ekspor Januari-Februari 2019 disebabkan oleh turunnya ekspor kumulatif sektor nonmigas sebesar 37,27 persen," ungkapnya.

Ia menambahkan, nilai ekspor Kepri selama Januari-Februari 2019 terbesar melalui Pelabuhan Tarempa US$265,13 juta, diikuti Pelabuhan Batu Ampar US$343,39 juta, Pelabuhan Belakang Padang US$ 301,78 juta, Pelabuhan Sekupang US$203,10 juta, dan Pelabuhan Kabil/Panau US$158,77 juta.

"Kontribusi kelima Pelabuhan terhadap komulatif ekspor Januari-Februari 2019 sebesar 90,18 persen," tuturnya.

Selain itu, kata Zulkipli, ekspor ke Singapura pada bulan Februari 2019 mencapai nilai terbesar yaitu US$430,05 juta, sedangkan secara komulatif Januari-Februari 2019 mencapai US$1.097,42 juta dengan kontribusinya mencapai 62,95 persen.

Editor: Yudha