PKP

Siswa SMPN 22 Batam Dibegal di Sekitar Jalan Aviari Garden Sagulung
Oleh : Hendra
Kamis | 10-01-2019 | 11:07 WIB
rusdi-dibegal.jpg honda-batam
Muhammaad Rusdi (14) didampingi ibunya, Nur saat ditemui pewarta di rumahnya, Rabu sore. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Muhammaad Rusdi, siswa kelas II SMPN 22 Batam, menjadi korban pembegalan pertama di wilayah hukum Polsek Sagulung untuk tahun 2019 ini.

Peristiwa pembegalan ini terjadi pada Minggu (16/12/2018) silam. Siang itu, sekitar pukul 14.00 WIB, Rusdi pamit pada orangtuanya hendak pergi latihan drumband di sekolah.

"Katanya dia pergi latihan drumband di sekolah," ujar Nur, ibu Rusdi saat ditemui di rumahnya, Green Laguna Regency, Sagulung, Rabu (09/01/2019) siang.

Namun nyatanya Rusdi berbohong pada orangtuanya. Dia malah pergi ke rumah sahabatnya berinisial Tn di Komplek Aviari Garden 2, Sungai Langkai, Kecamatan Sagulung.

"Ternyata dia sudah ditelpon oleh Tn, disuruh ngumpul," jelas Nur.

Di rumah sahabatnya, Rudi pun tidak berlama-lama, karena sahabatnya yang lain malah tidak ada yang datang. Karena itu, Rusdi pamit pulang setelah berbasa-basi dengan sahabatnya.

"Kejadiannya di jalan antara Aviari Garden 1 dan 2, sebelum jalan raya. Jaraknya tiga menit perjalanan dari rumah kawan saya," kata Rusdi mengingat kejadian.

Dalam perjalanan menuju pulang, Rusdi tak menyadari pelaku telah mengikutinya dari belakang. Dua pemuda yang menggunakan satu unit sepeda motor itupun menyalipnya.
Seketika Rusdi dihadang. "Dia (pelaku) bertanya pada saya. Tetapi saya tidak tahu," kenang Rusdi.

Dua orang pelaku yang membawa kayu seketika langsung menyerang. Kepala Rusdi dihantam pukulan bertubi-tubi, tak hanya kepala yang dihujani, tubuh remaja berpostur kurus itupun menjadi amukan pelaku begal.

Akibat kejadian itu, remaja berumur 14 tahun tersebut babak belur dan tak berdaya dihajar pelaku dengan kayu. Dari kejadian tersebut Rusdi turut kehilangan handphone Vivo Y21 dan sepeda motornya Yamaha Mio Sporty ikut dirusak.

Setelah pelaku kabur, Rusdi ditemui warga yang melintas di lokasi kejadian. Dia dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah dan mendapat perawatan intensif karena penggumpalan darah di kepala bagian kanannya.

Sementara KPPAD Kepri, Erry Syahrial yang belakangan mendapat informasi dari masyarakat, langsung mendatangi keluarga korban. Korban dibawanya untuk membuat laporan pembegalan tersebut ke Polsek Sagulung.

Erry mendesak agar pihak kepolisian segera mengungkap kasus tersebut. "Kita hanya mendampingi korban, karena korban merupakan anak di bawah umur," kata Erry saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Ipda Walter Pandapotan Nainggolan membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan kejahatan jalanan ini baru masuk pada Selasa (08/01/2019) sore kemarin.

"Ini laporan pertama (kasus pembegalan) di tahun 2019. Kita masih lidik. Kita akan berupaya mengungkap kasus ini secepatnya," pungkas Walter singkat.

Editor: Gokli