PKP

Kerap Merampok Warga, Tiga Kawanan BNN Bodong Ditembak Tim Macan Polresta Barelang
Oleh : Romi Chandra
Rabu | 05-12-2018 | 14:04 WIB
bnn-bodong1.jpg honda-batam
Kawanan BNN Bodong diamankan Tim Macan Barelang. (Foto: Romi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tiga kawanan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) dengan mengaku sebagai anggota BNN dan Ditresnarkoba Polda Kepri bodong diringkus Tim Macan Polresta Barelang, Rabu (5/12/2018).

Mereka, bernama Heral (40), Ridwan (36) dan Aris alias Andre (38). Ketiga pelaku, terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan pada bagian kaki karena berusaha melawan petugas dan kabur saat ditangkap. Penangkapan dipimpin oleh Ipda Haris Baltasar Nasution.

Selain itu, dari tangan para pelaku, juga diamankan barang bukti berupa senjata api jenis air softgun, dan beberapa senjata tajam seperti pisau dan parang.

Dari data yang didapat, tiga petugas bodong ini kerap beraksi dengan sasaran warga yang keluar dari kawasan Kampung Aceh, Mukakuning.

Kemudian, korban akan diikuti menggunakan mobil sampai ke lokasi yang sepi dan dicegat serta dinaikkan ke dalam mobil mereka. Setelah naik, barulah korban diperiksa dengan mengaku sebagai anggota dari BNNP Kepri atau Ditresnarkoba Polda Kepri.

Jika ditemukan adanya korban yang membawa narkoba, pelaku akan langsung menekan meminta tebusan agar korban bisa dilepas.

Kalaupun tidak memiliki barang bukti, pelaku tetap menekan dan menuduh korban telah mengkonsumsi narkoba. Bahkan, mereka juga tetap meminta tebusan agar korban bisa dipulangkan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Andri Kurniawan, mengatakan, sejauh ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tiga pelaku.

"Ketiga pelaku baru saja ditangkap. Saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Nanti akan kita informasikan lebih lanjut. Mereka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki karena berusaha melawan petugas agar bisa kabur," ujarnya.

Sementara itu, pengungkapan kasus ini berawal dari kejadian yang dialami Musalmina (24), warga Seibedu. Ia mengaku telah dirampok oleh tiga orang pria yang mengaku sebagai anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Minggu (25/11/2018) lalu.

Musalmina diborgol, ditodong air softgun dan digebuki oleh tiga orang tak dikenal tersebut. Bahkan sepeda motor dan harta bendanya ikut dirampas.

Peristiwa itu sekitar pukul 01.30 WIB pagi. Saat itu korban baru saja pulang dari Botania bersama kawannya. Namun ketika hendak pulang ke kediamannya di Bida Ayu Pintu I, Kecamatan Sei Beduk, korban terlebih dahulu mengantar kawannya ke Simpang Dam Mukakuning.

Berawal dari sanalah tiga orang anggota BNN gadungan tersebut diduga mulai mengikuti korban hingga sampai dia dicegat di depan SPBU, Seibeduk. "Saya dicegat depan SPBU (Sei Beduk)," ujar korban, Jumat (30/11/2018).

Editor: Yudha