Bahu Membahu Kembangkan Wisata

Melihat Keseriusan Pemerintah Muar Johor Malaysia Promosi Destinasi Wisata
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 30-11-2018 | 15:16 WIB
harjo-muar1.jpg honda-batam
Wartawan BATAMTODAY.COM, Harjo saat berada di Johor Malaysia.

Keseriusan pemerintah Muar, Johor, Malaysia dan pelaku usaha pariwisatauntuk mendatangkan wisatawan asing patut diacungi jempol. Salah satunya dengan mengundang ASITA (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) Batam-Kepri untuk mempromosikan destinasi wisata unggulan.

Catatan wartawan BATAMTODAY.COM, Harjo yang mengikuti kunjungan ASITA Batam ke Johor Malaysia pada 27-29 November 2018, melihat dengan adanya undangan secara resmi tersebut dalam rangka meningkatkan kerjasama bidang dunia pariwisata antara kedua negara yakni Indonesia dan Malysia.

Kunjungan tersebut juga sangat memberikan arti dan sebuah pembelajaran, bagi pengelola dan pemerintah Indonesia, mengingat apa yang dilakukan oleh negara Melayu tersebut, tidak lah hanya terkesan kemauan dari pengelola pariwisatanya.

Namun lebih dari itu, antara pengusaha bidang pariwisata dan pemerintah saling bahu membahu yang muaranya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata mereka.

Bagaimana tidak, seluruh sumber daya alam yang ada di negeri ini, memang dijadikan sebagai bagian dari tujuan wisatawan yang datang. Karena, menurut mereka semua yang dicari oleh wisatawan ada di negeri Johor.

Mulai dari wisata Sejarah, kuliner, berbagai budidaya, obat herbal, rumah sakit, belanja, kerajinan, berbagai seni tradisi, dan lainnya, bahkan hingga pembangunan infrastuktur seperti resort juga tidak terlepas dari campur tangan langsung pemerintah dan penggalak bidang pariwisata.

Tidak hanya itu, keramah tamahan masyarakatnya, menambah daya tarik sendiri, hingga wisatawan sangat nyaman saat berliburan negara serumpun dengan Indonesia ini.

"Di Muar, Johor, semua ada sesuai dengan kebutuhan bagi wisatawan yang berkunjung. Kami di sini, semua pengelola pariwisata bersama pemerintah bahu membahu untuk peningkatan kunjungan wisatawan. Makanya dengan berbagai pola ditawarkan kepada wisatawan," ujar Chua Teck Boon pungusaha dan tourism, Muar, Johor, Malaysia.

Hal tersebut, dibuktikan dengan adanya kunjungan anggota ASITA Batam. Dimana pemandu wisata mereka terkesan tidak ada capeknya, membawa dan mengenalkan destinasi mereka yang nyaris tanpa waktu terbuang, apa lagi sia-sia. Hal tersebut, semata-mata untuk lebih banyak memperkenalkan serta menawarkan daerah wisata yang mereka punya.

Sebuah pertanyaan muncul, dengan Indonesia yang memiliki alam yang lebih terbentang luas dan banyak pilihan, yang sangat beragam. Sudahkan pengelola pariwisata, mulai pemandu, pengelola pariwista dan pemerintah, benar-benar bahu membahu untuk terus meningkatkan tempat kunjungan yang menjadi destinasi wisata.

Seperti menyiapkan pemandu wisata yang benar-benar profesional, hingga bisa memberikan informasi yang membuat wisatawan semakin betah dan berlama-lama berkunjung. Karena jelas untuk menciptakan pemadu wisata atau guide tourims yang handal, dibutuhkan pembekalan dengan cara profesional pula.

Setidaknya, informasi yang dibutuhkan wisatawan benar-benar bisa didapatkan oleh wisatawan dan pekerjaan pemandu wisata menjadi profesi yang sangat menjanjikan dan bukan sekedarnya. Seperti memberikan lisensi atau kopentesi tersendiri dalam dunia pariwisata. Sehingga tidak terkesan, pemerintah daerah dan stackholdernya, tidak terkesan lebih banyak menunggu, apa lagi hanya sekedar "nebeng" pada pengusaha yang bergerak di bidang pariwisata.

Mengingat negara seperti Malaysia, Thailand dan lainnya, sebelum seseorang menjadi tuor guide sudah dibekali pengetahuan dan lainnya, serta memiliki sertifikasi khusus bidang dunia pariwisata dari pemerintah. (*)