PKP

Budidaya Kerang Tiram dan Kupang Jadi Destinasi Wisata di Sungai Muar Johor
Oleh : Harjo
Rabu | 28-11-2018 | 09:52 WIB
kerang-tiram-johor.jpg honda-batam
Budidaya kerang tiram dan kupang menajdi destinasi wisata di Johor, Malaysia. (Dok pribadi Harjo)

BATAMTODAY.COM, Johor - Budidaya kerang tiram dan kupang yang digeluti masyarakat di Sungai Muar, Bandar Maharani Johor dengan sistem kelong terapung, menjadi destinasi wisata di daerah itu.

Wartawan BATAMTODAY.COM bersama agen travel asal Batam yang diundang oleh pihak pengelola pariwisata Johor, mendapat kesempatan untuk melihat langsung budidaya kerang tiram dan kupang di di Sungai Muar, Bandar Maharani Johor, Malaysia, Selasa (27/11/2018).

Sahril (31), salah seorang pekerja budidaya kerang tiram yang di sungai Muar Johor ini, menyampaikan di sungai Muar budidaya kerang melalui media rakit hanya ada satu.

Dijelaskan, kerang tiram dan kupang yang menjadi salah satu makanan yang disuguhkan kepada rombongan agen travel Batam. Kerang tersebut bisa dipanen setelah dibudidayakan dengan waktu yang terbilang cukup lama.

Untuk jenis kerang tiram, bisa dipanen setelah dibudidayakan selama 1,5 tahun hingga 2,5 tahun. Sementara untuk kerang jenis kupang, sekitar 8 bulan.

"Budidaya kerang ini, memang jarang dilakukan karena biasa masyarakat tinggal mencari di air sungai atau laut. Namun di sini dilakuan pembenihan dan juga ada dari nelayan yang mau menjual kerang yang belum masuk ukuran untuk konsumsi," jelasnya.

Untuk harga, kerang tiram memang tergolong lumayan tergantung ukuran. Jika ukurannya sudah besar bisa mencapai 10 Ringgit per keping apabila sudah sampai restoran atau warung hal tersebut memang agak berbeda dengan harga kerang kupang yang juga menjadi makanan favorit tersebut.

"Untuk pemasaran, sejauh ini masih di sekitar Johor, karena memang menjadi makanan favorit, juga untuk membudidayakannya membutuhkan waktu terbilang lama. Sehingga kerang sendiri masih belum banyak yang dibudidayakan, karena biasanya kerang ini hidup bebas dan masyarakat tinggal mencari di sekitar pantai atau sungai," papar Sahril.

Editor: Gokli