PKP

Butuh Perhatian Pemko Batam

Hujan Deras, Jalan Menuju Rusunawa Mukakuning II Berlumpur
Oleh : CR-1
Jumat | 12-10-2018 | 20:04 WIB
jalan-rusunawa.jpg honda-batam
Jalan menuju Rususnawa Mukakuning II, Seibeduk penuh lumpur. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Penghuni Rusanawa Mukakuning II, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam hanya bisa pasrah melewati jalan berlumpur saat musim hujan. Sebab, akses satu satunya ke Rusun belum tersentuh aspal maupun semenisasi.

Warga, khususnya penghuni Rusunawa itu sebenarnya sudah sering mengeluhkan kondisi jalan berlumpur itu. Namun, keluhan mereka sepertinya belum sampai ke telinga para pembuat kebijakan di Kota Batam, karena sudah lama belum ada perubahan yang berarti.

"Sudah sering kami keluhkan soal jalan ini, berlumpur saat hujan. Tetapi, suara dan keluhan kami belum ada yang merespon," ucap Rendi, salah satu warga ditemui pewarta di lokasi itu, Jumat (12/10/2018).

Ia juga menyampaikan, kondisi jalan berlumpur itu menjadi kenangan tersendiri bagi sepasang kekasih yang melangsungkan pernikahan, Kamis (11/10/2018) kemarin. Di mana, kedua mempelai itu harus bertelanjang kaki melewati jalan berlumput tersebut.

"Kalau naik kendaraan malah makin bahaya. Satu satunya cara harus jalan kaki, buka sepatu atau sendal agar tidak tergelincir," kata dia.

Masih kata Rendi, sejak tahun 2016, Rusunawa Mukakuning II ini mulai disewakan. Warga penguhuni telah bosan dijanjikan perihal semenisasi atau pengaspalan akses jalan.

Deritapun tak hanya di kala hujan, saat cuaca panas terik jalan berganti menjadi debu, meski yang parah dan ditakuti warga sekitar adalah dikala hujan melanda.

"Selama saya di sini, kejadian dua hari belakangan inilah yang paling parah. Karena selama dua hari hujan terus, membuat jalan ini menjadi berlumpur dan becek parah," jelasnya.

Dari sekian warga yang tinggal di Rusunawa, tidak sedikit yang nekat menjejal jalan menanjak dan berlumpur tersebut. Karena itulah satu-satunya akses menuju Rusunawa.

"Semoga ke depan ada perbaikan, kalau tidak bisa diaspal, paling tidak ada semenisasi," harap Leni, warga lainnya.

Editor: Gokli