Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Saksikan Puncak Hujan Meteor Lyrid Nanti Malam
Oleh : Redaksi
Sabtu | 21-04-2018 | 08:28 WIB
hujan-meteor.jpg Honda-Batam
Hujan Meteor Lyrid di Tehran, Iran. Foto: Dok. Anadolu Agency via TIME

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Fenomena alam menarik bisa disaksikan di akhir pekan ini. Puncak hujan meteor Lyrid akan terjadi nanti malam dan bisa disaksikan pula di langit Indonesia.

Walaupun puncak hujan meteor Lyrid ini terjadi nanti malam, Sabtu (21/4/2018), tetapi sebetulnya fenomena langit ini sudah bisa dilihat sejak Senin (16/4/2018) lalu. Oleh karena nanti malam adalah puncaknya, maka meteor Lyrid bisa disaksikan hingga Minggu (22/4/2018) pagi.

"Waktunya dini hari sebelum shubuh Sabtu-Senin, 21-23 April. Amati langit Timur-Utara. Diprakirakan ada belasan meteor per jam," kata Kepala LAPAN Prof Thomas Djamaluddin dalam pesan singkatnya, Jumat (20/4/2018).

Prof Thomas mengatakan, hujan meteor Lyrid bisa dilihat dengan mata telanjang, namun cuaca saat pengamatan harus cerah. Selain itu jauh dari polusi cahaya serta area pengamatan tak terhalang gedung atau pohon.

Sementara itu berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di DKI Jakarta dan sekitarnya nanti malam adalah cerah berawan. Hujan ringan akan terjadi pada dini hari di Kepulauan Seribu.

Di Jawa Barat pun demikian, secara umum cerah berawan hingga hujan ringan nanti malam. Ada potensi hujan ringan di wilayah Subang, Indramayu, Bandung, Garut, Tasikmalaya, Sumedang, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran.

Untuk dini harinya, ada potensi hujan ringan di wilayah Bekasi bagian utara, Cirebon, Sukabumi Selatan, dan Pangandaran. Kemudian untuk di wilayah Banten, diprakirakan ada hujan petir di Lebak, Gunung Kencana, Bayah, Malimping, Binuangen.

Ada potensi hujan sedang di Tigaraksa, Ciruas, dan Rangkasbitung. Namun pada dini hari, cuaca diprakirakan cerah berawan di Banten.

Apa itu Meteor Lyrid?

TIME menuliskan, hujan meteor Lyrid merupakan hujan meteor tertua yang terjadi setiap tahunnya. Hujan meteor Lyrid terjadi ketika bumi bergesekan dengan komet Thatcer saat melewati orbitnya.

Serpihan komet kemudian terbang ke atmosfer dan tampak sebagai benda yang menyala dari bumi.

Meski terjadi setiap tahun, tapi fenomena ini sayang untuk dilewatkan. Apalagi hujan meteor kali ini bisa menemani malam akhir pekan Anda.

Sumber: Detik.com
Editor: Udin