Hari Ini, PT Sumitomo Terima Lebih Dari 20 Karyawan Pria
Oleh : Harun al Rasyid
Selasa | 09-02-2016 | 12:00 WIB
IMG_20160209_080536.jpg
Ribuan pencaker pria di PT Sumitomo Mukakuning. Namun yang diterima hanya 20 orang lebih saja (Foto : Harun al Rasyid)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pengangguran. Satu kata yang tidak pernah disukai orang banyak, sekaligus sebuah kata yang ikut bercerita tentang ekonomi sebuah daerah.

Tidak terkecuali Batam, yang dikatakan banyak orang sebagai magnetnya para pencari kerja (pencaker), atau dengan kata lain surganya para perantau. Tetapi bila melihat banyaknya pencaker di Batamindo, Mukakuning, beberapa waktu lalu dan juga hari ini, Selasa (9/2/2016), seakan menunjukkan, Batam sebagai kota industri seperti 'jauh panggang dari api'.

Miris memang, tetapi begitulah yang terlihat di Batamindo pada Jum'at (5/2/2016) lalu dan Selasa (9/2/2016) hari ini. Ribuan pencaker dari berbagai wilayah di Kota Batam berdatangan mengadu nasib di PT Sumitomo Wiring System.

Perusahan tersebut membuka lowongan pekerjaan untuk pria dan wanita sebagai tenaga operator industri. Namun sayang, perusahan yang memproduksi harnes kabel untuk peralatan otomotif & elektrik itu, hanya menerima sebanyak 80 karyawan saja.

"Untuk saat ini kita hanya terima 80 karyawan, 20 pria dan 60 untuk pekerja wanita," kata Mudiana HRD PT Sumitomo, Selasa (8/2/2016).

Melihat antusias yang sedemikian banyaknya dan tidak sebanding dengan lowongan pekerjaan yang ada, Joko Adi Prabowo, supervesor Senior PT Sumitomo terpaksa angkat bicara. Ia menuturkan, kemungkinan akan menambah jumlah kuota penerimaan karyawan dari sebelumnya ditetapkan hanya 20 orang saja.

"Kasihan lihat pencaker di Batam. Hari ini kita akan menerima lebiha dari 20 orang," ujar Adi Prabowo.

Dikatakanya juga, dengan membantu menambah jumlah penerimaan karyawan, sedikit banyak akan membantu ekonomi masyarakat. Dia juga berharap dapat membantu mengurangi angka kriminalitas karena banyaknya pengangguran.

"Kita bantulah, miris lihat banyaknya pengangguran di Batam. Sekaligus mengurangi angka kriminal. Banyak yang ditangkap polisi mencuri, rampok karena tidak punya kerja," pungkasnya.

Editor: Udin