Masyarakat Keluhkan Tingginya Harga Tiket Pesawat Tanjungpinang-Anambas
Oleh : Alfredy Silalahi
Jum'at | 03-02-2017 | 17:33 WIB
Pesawat-Tanjungpinang_palmatak1.jpg

Maskapai Express Air yang melayani rute Tanjungpinang - Palmatak. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Anambas - ‎Kehadiran maskapai Express Air yang melayani rute Tanjungpinang - Palmatak - Tanjungpinang memang sangat membantu moda transportasi di Anambas. Namun, kehadiran maskapai Express Air tersebut hanya dinikmati oleh Aparatur Sipil Negara.

"Coba cek Bandara Khusus Matak, penggunanya hanya itu-itu saja, dan tidak pernah dirasakan oleh masyarakat," keluh salah satu warga Palmatak, Abdul Rajak, Jumat (3/2/2017).

Rajak mengakui, harga tiket untuk dapat terbang menggunakan Maskapi Express Air tersebut sangat tinggi. Sedangkan, waktu tempuh Express Air hanya 55 menit dari Tanjungpinang-Palmatak. Maskapai ini sudah beroperasi sejak September 2016 lalu. Namun, harga tiket hanya turun Rp 200.000. Awalnya harga tiket Rp 1.400.000, mengalami penurunan menjadi Rp ‎1.200.000.

"Mungkin bagi PNS ini tidak seberapa, karena menjalankan tugas. Tetapi kami masyarakat, belum pernah merasakan Maskapai Express Air ini. Bahkan untuk keadaan tersesak pun, kami rela menunggu KM Bukit Raya atau fery cepat," ujarnya.

Dia berharap, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi agar melakukan intervensi terhadap tiket maskapai Express Air tersebut.

"Sebenarnya kami tidak menghitung keuntungan pihak Express Air, tetapi tolong lah dievaluasi kembali, supaya semua masyarakat Anambas merasakan manfaatnya,"harapnya.

Ditempat terpisah, Del juga mengeluhkan kebijakan pihak maskapai Express Air yang terkesan memberatkan penumpang. Pasalnya, apabila bagasi penumpang lebih dari 10 Kilogram, maka akan ‎dikenakan biaya Rp 30.000 perkilogramnya.

"Pesawat boeing aja tidak seperti itu, namun Express Air ini terlalu tinggi membuat kebijakan seperti itu. Inilah yang kami harapkan, baik dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi melakukan intervensi maupun melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang dibuat oleh maskapai itu," jelasnya.

Sementara, Wahyudi salah satu tokoh masyarakat Anambas menyarankan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi melakukan evaluasi terkait kebijakan tersebut. Menurutnya, apabila Bandara Khusus Matak diubah menjadi Bandara Umum, maka harga tiket maskapai tersebut dapat diturunkan.

"Memang sulit untuk merubah itu, tetapi kalau diupayakan, pasti bisa tercapai," terangnya.

Seperti diketahui, Maskapai Express Air melakukan penerbangan Tanjungpinang-Matak-Tanjungpinang dihari Senin dan Sabtu, dengan 28 sheet.

Editor: Yudha