PKP

Ratusan Juta Gaji Pekerja Pembangunan Stadion Olahraga Bintan Belum Dibayar Kontraktor
Oleh : Harjo
Sabtu | 17-02-2018 | 09:14 WIB
spanduk-pekerja-di-depan-stadion.jpg honda-batam
Spanduk tuntutan pekerja di depan pembangunan Stadion Serikula Lobam Bintan (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pembangunan Stadion Olahraga di Desa Busung, Kecamatan Serikuala Lobam, Bintan, tahap pertama yang menelan anggaran sebesar Rp10,7 miliar tahun 2017, masih meninggalkan permasalahan dengan para pekerjanya. Sebab sudah lebih dari dua bulan, ratusan juta hak pekerja yang harusnya dibayar, belum kunjung diselesaikan oleh pihak kontraktor.

Jaka, salah seorang pekerja pembangunan stadion kepada BATAMTODAY.COM, Sabtu (17/2/2018) menyampaikan, terkait penyelesaian hak para pekerja yang sudah banting tulang menyelesaikan pekerjaan di Stadion Olahraga tersebut, sudah beberapa kali dijanjikan oleh pihak kontraktor. Namun, hingga lebih dari dua bulan, apa yang dijanjikan, hingga pertengahan Februari 2018 tidak kunjung dibayarkan.

"Kita sudah beberapa kali dijanjikan, tapi karena sudah terlalu lama, maka kami menuntut agar permasalahan ini segera diselesaikan dengan memasang spanduk yang berisi meminta Bupati Bintan untuk memperhatikan nasib kami," ungkap Jaka.



Jaka menjelaskan, hak para pekerja yang belum diselesaikan oleh pihak kontraktor mencapai Rp140 juta, baik gaji para pekerja dan juga utang di warung yang menjadi tanggungan pihak kontraktor.

"Seluruh pekerjaan sudah kita selesaikan. Namun hak pekerja yang sudah mengeluarkan keringat di pembangunan stadion ini, justru tidak kunjung diselesaikan," tambahnya.



Jaka pun menyampaikan, ada beberapa pejabat termasuk Camat Serikuala Lobam yang turun ke lapangan dan menjanjikan hak para pekerja segera diselesaikan, saat para pekerja memasang spanduk tuntutan yang dipasang di depan stadion tersebut.

"Karena mereka menjanjikan akan menyelesaikan dalam waktu dekat. Maka spanduk sementara kita turunkan, menunggu janji yang disampaikan oleh sejumlah pihak yang turun ke stadion," imbuhnya.

Editor: Udin