Mahathir Sebut PM Najib Keturunan 'Bajak Laut Bugis', Sultan Selangor 'Murka'
Oleh : Redaksi
Sabtu | 04-11-2017 | 08:38 WIB
Mahathir.gif
Mahathir Mohamad dalam rapat akbar tanggal 14 Oktober dan menyebut PM Najib Razak keturunan bajak laut Bugis (Sumber foto: BBC Indonesia)

BATAMTODAY.COM, Malaysia - Sultan Selangor menyatakan 'murka dan kecewa' dan mempertimbangkan mengajukan dakwaan penghasutan terhadap Mahathir Mohamad yang menyebut Perdana Menteri Najib Razak keturunan 'bajak laut Bugis'.

Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad menyebutkan PM Najib sebagai keturunan 'bajak laut' pada satu acara tanggal 14 Oktober lalu.

Sultan Sharafuddin Idris Shah menyatakan "Mahathir itu jelas menghina dan menggolongkan bangsa Bugis ini kononnya berasal usul dari golongan lanun (bajak laut), perompak dan penjenayah (penjahat)."

Pernyataan Mahathir yang saat ini berusia 92 tahun disebut "cuba (coba) menghasut rakyat Malaysia untuk membenci, menghina dan memandang serong (salah) terhadap bangsa Bugis."

Pernyataan Sultan Selangor itu diturunkan dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Dewan Kesultanan Selangor, Hanafisah Jais, melalui akun Twitter kesultanan.

Sultan Selangor juga mengatakan setelah bertemu dengan Dewan Kesultanan, pernyataan Mahathir patut diselidiki berdasarkan pasal hasutan dan bahwa tindakan hukum harus diambil terhadap Mahathir.

Dewan Kesultanan mengangkat "ucapan berkenaan amatlah keterlaluan dan boleh (bisa) mencetuskan perasaan benci dan perasangka buruk rakyat terhadap bangsa Bugis sehingga boleh mencetuskan kekecohan (keributan) dan huru hara...secara tidak langsung menghina...keturunan Kesultanan Selangor yang berasal dari Bugis."

Keturunan Bugis pahlawan


PM Najib Razak adalah keturunan Bugis, Sulawesi Selatan (Sumber foto: BBC Indonesia)

"Fakta sejarah membuktikan bahwa Kesultanan Selangor berketurunan Bugis merupakan pahlawan yang memperjuangkan dan mempertahankan agama dan keamanan di seluruh kepulauah Melayu Nusantara," tambah Sultan.

Rakyat Bugis, Sulawesi Selatan, dikenal sebagai pelaut dan pertama datang ke Malaysia pada abad ke-16 dan menetap di berbagai wilayah Malaysia termasuk di negara bagian Johor, Selangor dan Pulau Pinang.

Francis Light, penemu koloni Inggris yang sekarang disebut Penang menyebut pelaut Bugis sebagai "pedagang terhebat" di pulau-pulau di timur jauh.


Mahathir menyatakan pernyataannya ditujukan kepada Najib bukan keturunan Bugis pada umumnya.(Sumber foto: BBC Indonesia)

Pada tahun 1700-an, keturunan Bugis mendominasi politik dan ekonomi Selangor dan pada akhirnya membentuk Kesultanan Selangor. Abad ke-18 di kawasan itu disebut "Zaman Bugis".

Dalam rapat umum tanggal 14 Oktober lalu, Mahathir dilaporkan menyebut nenek moyang Bugis PM Najib Razak.

"Mungkin ia dapat melacak keturunannya sampai ke bajak laut Bugis. Namun ia tersasar dan datang ke Malaysia. Pulanglah ke Bugis (Sulawesi!!)" kata Mahathir saat itu.

Pernyataannya menimbulkan kemarahan di antara komunitas Bugis dan salah satu kelompok melakukan demonstrasi di luar kantor yayasan yang didirikan Mahathir di Putrajaya tanggal 18 Oktober lalu.

Pemimpin Partai Islam Se-Malaysia (PAS juga menyerukan mantan PM ini ditahan karena penghasutan, sementara Asosiasi Bugis Indonesia menuntut maaf dari Mahathir.

Pejuang Bugis tak mencuri


Mahathir dalam rapat besar pada tanggal 14 Oktober lalu (Sumber foto: BBC Indonesia)

Mahathir sendiri telah menjelaskan bahwa komentarnya hanya diarahkan kepada "mereka yang mencuri uang".

Mahathir merupakan pengkiritik Najib dan menuduh perdana menteri korupsi menyusul berita terkait dugaan penggelapan di perusahaan investasi negara Malaysia Development Berhad, IMDB.

Sejumlah komentar yang menanggapi pernyataan Sultan Selangor ini termasuk dari akun Pgkpm? @Pgkpm1 yang menyatakan, "Daulat Tuanku...Langkah tegas diperlukan untuk penghasutan...Tak boleh ada penghinaan terkait ras."

Sementara komentar lain dari Tun Faisal mantan pengurus organisasi Pemuda UMNO, koalisi yang memimpin di Malaysia, yang menulis, "Memang wajar Tuanku Sultan murka."

Mahathir sendiri meluruskan komentarnya dan mengatakan bahwa keturunan Bugis seharusnya tak bangga karena Najib menyebut diri sebagai pejuang Bugis.

"Apakah orang Bugis akan menerima bahwa perompak ini adalah keturunan Bagus? Saya rasa tidak," kata Mahathir dalam blognya.

"Saya tak pernah mengatakan semua orang Bugis perompak. Saya katakan bahwa Najib mungkin keturunan dari bajak laut Bugis," tambahnya.

"Pernyataan saya ditujukan kepada Najib, yang mengklaim ia adalah pejuang Bugis. Pejuang Bugis tidak mencuri. Najib adalah pencuri besar dan dikenal di seluruh dunia sebagai perampok," tulis Mahathir.

Sumber: BBC Indonesia
Editor: Udin


BNN-KEPRI