Waduh, Tanjungpinang Tak Masuk Nominasi Peraih Adipura
Oleh : Habibi
Jum'at | 20-11-2015 | 17:29 WIB
adipura.jpg

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang sempat menyatakan optimisme mereka mendapatkan Adipura ke-11. Namun hal itu ternyata mental, pasalnya Tanjungpinang tidak masuk dalam nominasi daerah yang mendapatkan Adipura.

Kekecewaan pun disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul. Pasalnya, dia mengaku sangat yakin Kota Tanjungpinang mendapatkan penghargaan tersebut tahun ini.

Syahrul saat diwawancarai, Jumat (20/11/2015), mengaku belum mendapatkan kabar resmi dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH). Kendati demikian, mendengar kabar dari pewarta bahwa Tanjungpinang tidak mendapatkan Adipura, Syahrul mengaku hanya bisa bersabar.

Dia pun beralasan, tidak masuknya Tanjungpinang sebagai salah satu penerima Adipura, karena defisit anggaran yang diderita oleh Pemerintah Pusat, sehingga ada. Pengurangan penerima penghargaan tersebut.

"Saya mengatakan optimis karena nilai P1 ke P2 kita meningkat, dari 71,5 menjadi 80, ini sudah bagus, makanya saya optimis, tapi ternyata tidak dapat. Namun saya puas, karena penghargaan ini hanya untuk motivasi saja, kita bahkan sudah berusaha dengan maksimal," ujar Syahrul.

Mantan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tanjungpinang tersebut mengaku dari usaha yang dlakukan Pemko Tanjungpinang, animo masyarakat membuang sampah sudah banyak mengalami perubahan. Meskipun tidak mendapatkan piala Adipura, Syahrul mengaku bahwa semua usaha yang dilakukan Pemerintah telah berbuah manis.

"Kita tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang jelas kita sudah berusaha. Kalau memang tidak dapat, bukan salah kita. Yang jelas, kita akan terus berusaha semaksimal mungkin lagi untuk tahun depan," ujarnya. Baca: Pemko Tanjungpinang Optimis Raih Adipura ke-11

Syahrul berharap, masyarakat pun tidak lemah semangat karena Tanjungpinang tidak mendapatkan Adipura. Melainkan semakin meningkatkan trend membuang sampah pada tempatnya dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.

Editor: Dodo