Dinkes Bersama IOM Ajak Masyarakat Tanjungpinang Berantas Penularan TB
Oleh : Devi Handiani
Senin | 25-03-2024 | 15:24 WIB
Hari-TB-TPI.jpg
Dinkes Tanjungpinang bersama IOM saat memperingati Hari TB Sedunia di Aula Puskesmas Tanjungpinang, Senin (25/3/2024) pagi. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang bersama dengan International Organization for Migration (IOM) memperingati Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia di Aula Puskesmas Tanjungpinang, Senin (25/3/2024) pagi.

Acara ini dihadiri berbagai pihak termasuk perwakilan dari lintas sektor, kader kesehatan, dan masyarakat sekitar Puskesmas Tanjungpinang.

Dalam acara tersebut, dipaparkan bahwa insiden TB di Kota Tanjungpinang pada tahun 2023 mencapai 1.428 kasus dengan penemuan kasus sebanyak 756 kasus atau 51 persen. Sedangkan untuk tahun 2024, insiden TB diperkirakan meningkat menjadi 1.728 kasus dengan penemuan kasus sampai Februari sebanyak 81 kasus atau 4,6 persen.

Mengutip data Global TB Report 2023, Indonesia berada pada posisi kedua dengan jumlah beban kasus TB terbanyak setelah India, diikuti Cina. Jumlah kasus TB di Indonesia diperkirakan 1.060.000 kasus dan 134.000 kematian akibat TB pertahun (17 orang meninggal akibat TB setiap jamnya).

Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, salah satu narasumber dalam acara tersebut, menyatakan penemuan kasus TB di Tanjungpinang masih rendah dan perlu ditingkatkan.

Oleh karena itu, semua sektor diminta untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan, termasuk posyandu, perkantoran, sekolah, dan tempat kerja lainnya. "Terapi pencegahan ini capaiannya masih rendah, karena kita mengobati orang yang merasa tidak sakit, tapi dalam tubuhnya ada kuman yang sewaktu ketahanan tubuhnya turun, bisa menjadikan yang bersangkutan jatuh sakit," tambah Rustam.

Selain itu, Rustam juga memaparkan tentang inovasi baru dalam pencegahan TB. Yaitu perluasan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi orang yang tidak sakit tetapi berkontak serumah dengan pasien TB yang terkonfirmasi bakteriologis, petugas kesehatan yang berisiko tinggi, sekolah berasrama, dan tempat pengungsian.

Pentingnya kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam mencegah penularan TB juga disoroti dalam acara tersebut. Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, termasuk memperhatikan etika batuk dan bersin. Mengkonsumsi makanan bergizi, serta memperhatikan sirkulasi udara dan akses sinar matahari di lingkungan rumah masing-masing. Hal ini diharapkan dapat membantu dalam memerangi penyebaran penyakit TB di Kota Tanjungpinang.

Editor: Gokli