Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Jangan Simpan Ponsel di Saku Celana, Kualitas Sperma Bisa Rusak
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 07-07-2017 | 10:26 WIB
ponsel-012.gif Honda-Batam
Ilustrasi menyimpan ponsel di saku celana. (ShutterStock)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pada zaman modern seperti ini, rasanya tidak ada satu orang pun yang dapat hidup tanpa ponsel. Pergi kerja, berbelanja, berkumpul, makan, dan sebelum tidur, bahkan saat ke kamar mandi pun, kebanyakan dari kita membawa serta ponsel kesayangan. Dapatkah Anda hidup tanpa ponsel? Rasanya tidak mungkin.

Selain tas, saku kemeja dan celana merupakan tempat favorit untuk menyimpan ponsel. Sayangnya, para ahli mengklaim bahwa tindakan tersebut berpengaruh buruk pada kesehatan Anda. Benarkah demikian?

Dokter Fiona Mathews dari University of Exeter, Inggris, menjelaskan, meletakkan ponsel di saku celana dapat mempengaruhi kesuburan laki-laki. Sebab, radiasi yang ditimbulkan oleh ponsel dapat menurunkan tingkat sperma. "Calon ayah tentu harus menghindari hal tersebut. Selain itu, radiasi yang ditimbulkan ponsel dapat merusak DNA dan menimbulkan stres," katanya.

Fiona Mathews sebelumnya telah melakukan sedikitnya 10 percobaan terhadap 1.492 laki-laki pemegang ponsel. Percobaan tersebut dilakukan bertujuan untuk membuktikan bahwa radiasi elektromagnetik yang dihasilkan ponsel yang kerap disimpan di saku celana mempengaruhi kualitas sperma.

Fiona Mathews mengatakan radiasi ponsel pada tubuh harus segera diklarifikasi, mengingat pertumbuhan ponsel yang semakin menjamur saat ini. Kualitas sperma, kata dia, ditentukan tiga hal utama: apakah sperma tersebut sehat, bagaimana kondisi sperma saat bergerak menuju sel telur, dan konsentrasi sel sperma di dalam air mani.

"Ketiganya dapat dipengaruhi oleh hal yang selama ini dianggap sepele, radiasi ponsel," kata Fiona Mathews.

Sama halnya dengan ponsel yang diletakkan di saku celana, ponsel yang diletakkan di bagian dada dapat meningkatkan risiko terserang kanker karena radiasi yang ditimbulkan. Selain radiasi, ponsel terbukti menghasilkan radiasi non-ionisasi melalui antena penerima (penangkap) sinyal.

Saat ponsel tersebut diletakkan terlalu dekat dengan tubuh, seperti dada atau paha, jaringan-jaringan di sekitarnya dapat menyerap energi (radiasi non-ionisasi) tersebut.

Radiasi non-ionisasi itu dapat berupa gelombang elektromagnetik, sinar ultraviolet, sinar laser, dan sinar inframerah seperti yang ada pada ponsel.

Ponsel yang Anda gunakan kerap menerima dan mengirim sinyal. Sinyal yang mengandung sinar inframerah tersebut memang tidak langsung merusak sel-sel tubuh, tapi bekerja seperti pemanas yang memanaskan jaringan di sekitar ponsel atau digunakan dalam waktu lama.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, sangat disarankan untuk tidak terlalu lama menggunakan ponsel serta meletakkannya di dalam tas, bukan di saku kemeja atau celana.

Sumber: Tempo.co
Editor: Gokli