Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Alokasi APBD Hanya 7 Persen, Penyebab Terpuruknya Dunia Pendidikan di Anambas
Oleh : Alfreddy Silalahi
Rabu | 10-05-2017 | 12:50 WIB
pendidikan1.jpg Honda-Batam

Ilustrasi. (Foto: dayaknews.com)

BATAMTODAY.COM, Anambas - Anggaran pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas tahun 2016 hanya sebesar 7 persen dari APBD atau sekitar Rp52,1 miliar. Hal tersebut, diduga menjadi penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Anambas.

Dari pemaparan Ketua Pansus Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati tahun anggaran 2016 pada Rapat Paripurna Istimewa, Dhannun‎ menerangkan, anggaran Rp 52,1 miliar tersebut di bidang pendidikan sangat jauh dari amanah Undang-undang no 20 tahun 2003.

"Amanah UU no 20 tahun 2003, anggaran di pendidikan itu harus 20 persen dari APBD, tetapi Anambas sangat jauh angka itu. Dibandingkan total APBD Anambas tahun 2016, maka komitmen daerah terhadap dana pendidikan harus ditingkatkan," katanya, Rabu (10/5/2017).

Sementara, salah satu masyarakat Anambas, Hasan menduga, hal tersebut menjadi penyebab utama rendahnya kualitas pendidikan di Anambas. Dengan alokasi anggaran untuk pendidikan Rp 52,1 miliar, tentu kualitas pendidikan menjadi lemah.

"Daya saing anak didik di tingkat Provinsi Kepri saja paling bawah, Anambas berada di posisi terakhir dari 7 Kabupaten/Kota," jelasnya.

Disamping itu, lanjut Hasan, sarana pendidikan dan prasarana tidak memenuhi, bahkan sekolah cenderung mengalami kekurangan tenaga pengajar. "Kalau sarana dan prasaran pendidikan tidak memadai, ditambah dengan kekurangan guru, maka jangan harap dunia pendidikan di Anambas ‎bisa maju," ungkapnya.

Diketahui, berdasarkan data kelulusan SLTA/sederajat se Provinsi Kepri, Anambas berada di urutan paling bawah dengan nilai rata-rata 43,41.

Editor: Yudha