Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Memahami Manfaat Sarang Semut untuk Kesehatan
Oleh : Redaksi
Selasa | 09-05-2017 | 11:14 WIB
semut-01.gif Honda-Batam

Ilustrasi sarang semut merah Papua. (infosehatbugar.com)

BATAMTODAY.COM, Batam - Seperti halnya namanya, sarang semut ini merupakan suatu tanaman epifit yang di dalamnya memang disinggahi oleh koloni semut beserta ratunya. Namun siapa sangka bahwa rumah para semut ini dapat menjadi obat untuk diabetes bahkan obat kanker sekalipun?

 

Kandungan senyawa aktif polifenol yang ada dalam sarang semutlah yang berperan sebagai antikanker dan bahkan bukan hanya itu saja, polifenol ini juga dapat berperan sebagai antidiabetes dan antimikroba. Polifenol itu sendiri merupakan kelompok zat kimia yang ditemukan pada tumbuhan. Zat ini memiliki tanda khas yakni memiliki banyak gugus fenol dalam molekulnya.

Polifenol ini mampu menetralkan radikal bebas yang memiliki efek merusak terhadap sel-sel dan jaringan tubuh. Jika tubuh terpapar radikal bebas dalam jangka waktu yang lama, maka akan menyebabkan kerusakan oksidatif yang berperan utama dalam kerusakan DNA, penuaan dini, kerutan, kulit kusam, kendur, bahkan dapat menyebabkan penyakit mematikan seperti kanker. Selain itu juga, polifenol dapat bermanfaat dalam menurunkan kadar gula darah sehingga disarankan bagi penderita diabetes.

Luar biasa bukan manfaat dari si rumah semut ini? Bahkan cara mengonsumsinyapun mudah, hanya dengan merebus sarang semut hingga mendidih dalam wadah kaca atau tanah liat. Perlu diingat juga bahwa merebus sarang semut ini sebaiknya tidak dilakukan dalam wadah panci alumunium karena dikhawatirkan akan menimbulkan senyawa yang justru malah berbahaya bagi tubuh.

Meskipun memiliki banyak khasiat dalam penyembuhan berbagai penyakit, tidak sembarang sarang semut dapat dijadikan sebagai obat. Sarang semut yang telah berusia lebih dari dua tahun dan memiliki batang yang menggelembung besarlah yang dapat dijadikan sebagai obat.

Dibanding dengan mengonsumsi bahan kimia yang sama saja menimbun racun dalam tubuh kita, mengapa kita tak manfaatkan kekayaan alam yang telah Tuhan anugerahkan untuk kita?

Sumber: CNNIndonesia
Editor: Gokli