Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Tiga Masalah Kulit yang Harus Diperiksa ke Dokter
Oleh : Redaksi
Kamis | 04-05-2017 | 10:26 WIB
kulit-01.gif Honda-Batam

Ilustrasi bercak di kulit mirip tahi lalat. (brilio.net)

 

BATAMTODAY.COM, Batam - Wanita sering dilanda jerawat tetapi tentunya tidak setiap kali berjerawat, berkonsultasi ke dokter kulit. Sudah banyak sumber dari internet yang berbukti ampuh hilangkan jerawat.

 

Namun, menurut Well and Good, ada tiga isu kulit yang harus diwaspadai dan sebaiknya diperiksa ke dokter.

“Ada tiga tipe kanker kulit: basal cell carcinoma, squamous cell carcinoma, dan malignant melanoma. Setiap tipe memiliki penampilan yang berbeda dan mereka memiliki tanda peringatan awal yang perlu diperhatikan,” terang Arielle Kauvar, dokter kulit sekaligus direktur di New York Laser and Skin Care.

Tentu saja, mengecek kesehatan kulit tidak perlu dilakukan rutin setiap hari, namun menurut Dr. Kauvar dan seperti yang disarankan oleh American Academy of Dermatology, tidak ada salahnya untuk memeriksakan sebulan sekali.

“Terutama wanita yang memiliki banyak tahi lalat atau bintik atau keluarga memiliki sejarah dengan masalah kulit,” ujar dokter kulit yang bermarkas di New York itu.

Mayoritas penyebab masalah datang dari terpaparnya kulit pada sinar matahari.

“Lebih dari 95 persen basal dan squamous cell melanoma disebabkan karena matahari. Melanoma, di sisi lain, memiliki 20 persen risiko di area yang tidak terpapar matahari. Biasanya karena faktor keturunan,” jelasnya.

Ia mengakui terkadang membingungkan untuk membedakan mana bercak temporer, bintik kulit atau tahi lalat.

“Untuk membedakan ketiga hal itu kadang membingungkan. Jadi, sebaiknya periksakan ke dokter. Jangan harap orang dapat mendiagnosa sendiri,” tambahnya.

Ada tiga tanda keanehan kulit yang disarankan Dr. Kauvar untuk segera diperiksakan ke dokter.

1. Ada bercak yang berkembang

Jika ada tanda di tubuh yang perlahan bertambah lebar dalam ukuran, itu waktunya untuk periksa.

“Pertumbuhan kulit yang semakin besar berpotensi sebagai tanda dari basal atau squamous cell carcinoma. Warna bercak kulit yang melebar itu bisa saja warna apa saja, putih keabuan, coklat, hitam atau beberapa warna.”

2. Ada Tahi Lalat Tipe Tertentu

Banyak yang menganggap tahi lalat sebagai penanda kecantikan. Namun, terkadang tahi lalat membawa risiko yang harus diwaspadai.

“Tahi lalat yang mencurigakan memiliki tanda peringatan tahap awal melanoma,” ungkap Dr. Kauvar.

Perhatikan bentuk tahi lalat. Waspadai jika bentuk tidak oval atau bulat sempurna. Selain itu, perhatikan jika pinggiran tahi lalat merata atau tidak. Atau jika warna tahi lalat tidak seragam dan terlihat ada warna pigment yang berbeda. Diameter tahi lalat juga tidak boleh lebih dari 6 milimeter. Dan, yang terakhir apakah tahi lalat berevolusi, mengalami perubahan bentuk atau membesar.

“Walau sudah ada panduan untuk mengecek tahi lalat, tidak menutup kemungkinan ada bercak hitam berdiameter 2 milimeter yang adalah melanoma. Agar lebih aman, jika orang memiliki banyak tahi lalat, misalnya lebih dari seratus, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter kulit secara rutin.”

Selain itu, menurut Dr. Kauvar, banyak juga kasus pengecualian dimana bercak melanoma non-pigmen berwarna merah muda.

“Tetapi 99 persen melanoma memiliki pigmen dan bentuk tahi lalat terlihat aneh.”

3. Ada Benjolan atau Kudis

Seringkali terjadi benjolan muncul entah dari mana atau bagaimana bisa munculnya tidak diketahui. Terkadang benjolan itu bisa sembuh normal. Namun, dalam kesempatan langka, benjolan itu bisa berubah menjadi masalah serius.

“Jika sisik atau kudis kulit tidak juga hilang, itu juga bisa menjadi tanda basal atau squamous cell carcinoma. Tanda lainnya bisa juga pendarahan, terkelupas atau gatal,” kata Dr. Kauvar.

Ditambahkan olehnya kadang sel basal terlihat tak berwarna, menyerupai warna kulit.

“Terkadang sel basal terlihat transparan. Benjolan kecil berwarna putih keabu-abuan tidak hilang-hilang setelah beberapa waktu tertentu. Jika sampai 6 atau 8 minggu tidak hilang juga, sebaiknya diperiksakan ke dokter.”

Sumber: CNNIndonesia
Editor: Gokli