Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kebiasaan Mengisap Jempol Memicu Gigi Renggang pada Anak
Oleh : Redaksi
Kamis | 02-03-2017 | 13:38 WIB
bayi-hisap-jempol1.gif Honda-Batam

Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Batam - Ada salah satu fase bayi senang mengisap jempolnya. Hal ini adalah hal yang wajar namun usahakan tidak menjadi kebiasaan. Karena kebiasaan ini akan mendorong gigi rahang atas condong ke depan dan gigi rahang bawah condong ke belakang. Akibatnya, terjadi maloklusi atau terdapat celah (open bite) antara gigi rahang atas dengan gigi rahang bawah.

Selain kebiasaan mengisap jempol, dokter gigi Imelda Maharani dalam seminar media bersama Bamed Dental Care mengungkapkan kebiasaan menggigit kuku, mengisap bibir, bernapas dengan mulut ataupun menjulurkan lidah juga bisa menimbulkan maloklusi. Kebiasaan menjulurkan lidah biasanya disebabkan pola pengunyahan ketika masih kecil.

"Ketika masih kecil saat gigi anak belum tumbuh, anak terbiasa meletakkan lidahnya di antara rahang atas dan bawah. Akibatnya, gigi atas dan bawah terdorong condong ke depan," ujarnya di Jakarta, Selasa 28 Februari 2017. Selain berkonsultasi dengan dokter gigi, Imelda menyarankan untuk mencari penyebab dari kebiasaan buruk tersebut.

"Misalnya kebiasaan mengisap jempol dan menggigit kuku, bisa jadi disebabkan karena faktor psikologis, anak berusaha mencari kenyamanan dengan melakukan kebiasaan ini," ujarnya. Atau akibat terjadinya sumbatan jalan napas hidung, pembesaran kelenjar tiroid dan faktor lainnya pada kebiasaan bernapas melalui mulut.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha