Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ini Tiga Jenis Olahraga Pembuat Panjang Umur
Oleh : Redaksi
Jum'at | 16-12-2016 | 11:14 WIB
Tennis1.jpg Honda-Batam

Tiga Jenis Olahraga Pembuat Panjang Umur. (Foto: Ilustrasi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Bergerak aktif bisa membuat tubuh sehat. Selain menjaga keutuhan bentuk dan fungsi jantung, juga memperbaiki tekanan darah dan tingkat gula darah. Olahraga juga dikaitkan dengan berbagai keuntungan untuk otak dan pencegahan risiko kanker.

 

Kondisi ini tak ayal akan meningkatkan potensi peningkatan perpanjangan usia seseorang.

Namun dari sekian banyak jenis olahraga yang ada, olahraga mana yang bisa memberikan pengaruh kesehatan paling besar untuk memperpanjang usia?

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine, peneliti dari Eropa dan Australia menemukan bahwa tak semua tipe aktivitas fisik bisa berpengaruh terhadap panjang umur.

Mengutip Time, peneliti mengumpulkan 80 ribu orang di Inggris dan Skotlandia dan diminta untuk menjawab pertanyaan seputar tingkat aktivitas di antara 1994-2008.

Data tersebut menunjukkan bahwa orang yang kerap melakukan tiga jenis olahraga seperti tenis atau raquetball, berenang, aerobik memiliki risiko kematian yang lebih rendah dalam periode studi.

Orang yang bermain tenis atau olahraga dengan raket memiliki 47 persen risiko meninggal yang lebih rendah dibanding yang tidak berolahraga. Sedangkan perenang memiliki risiko 28 persen kematian yang lebih rendah, dan orang yang gemar aerobik memiliki risiko 27 persen.

Kemungkinan ini sudah disesuaikan dengan faktor lain yang mungkin memengaruhi kematian dini seperti merokok.

Yang mengejutkan, pelari tidak menunjukkan tingkat kematian yang lebih rendah saat studi. Namun pemimpin studi Pekka Oja mengungkapkan bahwa kebanyakan pelari yang diteliti belum terlalu lama melakukan olahraga ketimbang orang lainnya.

Namun Oja mengungkapkan bahwa masyarakat tak bisa sembarangan mengintepretasikan hasil penelitian ini dan cenderung melakukan satu aktivitas olahraga saja. Dia menegaskan bahwa pada intinya, orang yang berolahraga memiliki tingkat kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan orang yang tak berolahraga.

"Semuanya bagus," katanya. "Itu semua tergantung pada individu untuk memutuskan mana yang dia sukai."

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha