Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sekolah Umum Berbasis Pesantren Mambaus Sholihin Hadir di Bintan
Oleh : Harjo
Kamis | 08-12-2016 | 15:50 WIB
pesantrenmambaussolihinbintan.jpg Honda-Batam

Salah satu sudut Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 7 di Bintan. (Foto: Harjo)

 

BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Sekolah umum setingkat SMP berbasis pesantren, sejak dua tahun lalu sudah hadir di Bintan. Yaitu, Pesantresn Mambaus Sholihin 7, terletak di kelurahan Tanjunguban Utara, kecamatan Bintan Utara.

Pimpinan Pesantren Pondok Pesantren Mambaus Sholihin 7 Bintan, Ahmad Nukhan, kepada BATAMTODAY.COM di Tanjunguban, Kamis (8/12/2016). Menyampaikan sejak dilakukan peletakan batu pertama pada tahun 2014 lalu, pesantren yang memiliki visi dan misi sebagai benteng akidah wal jamaah di wilayah perbatasan terluar Indonesia.

Sudah melaksanakan sejumlah kegiatan baik di bidang rohani serta pendidikan umum yang berbasis pesatren. Di mana pada tahun ketiga, sudah berdiri SMP Mambaus Sholihin dan Madrasah diniiyah. Saat ini, untuk SMP untuk kelas 7 dan kelas 8 sudah memiliki sebanyak 46 santri dan santriwati yang dilengkapi dengan asramanya.

"Pesantren yang didirikan 2014, program jangan panjangnya, sebagai pondok perbatasan untuk membentengi akidah alhi sunnah wal jemaah. Itu setelah melakukan kajian sesuai dengan letak dan geografis Bintan," terangnya.

Ahmad Nukhan menyampaikan, pondok pesantren yang saat ini, terua melakukan pembangunan sejumlah fasilitas diatas lahan seluas 7 hektar. Hingga saat ini audah memiliki asrama santri san santriwari semi permanen, gesung sekolah SMP sebanyak 4 lokal permanen dan saat ini sedang berlangsung pembangunan awal Mesjid pesantren.

"Kalau di bidang pendidikan saat ini, baru ada tingkat SMP, namun sudah direncanakan juga akan ada sekolah setingkat SMA. Ada pun program unggulan bidang pendidikan adalah masalah bahasa yakni bahasa Arab dan bahasa Inggris," paparnya.

Selain itu, khusus bidang agama, untuk santri dan santriwati ada prodak unggulan berupa penguasaan bahasa asing yang dilaksanakan melalui Lembaga Pengembangan Bahasa (LPB) dan di sisi lain penguasaan kitab Kuning (pendalaman ilmu alat).

"Sebanyak 14 tenaga pengajar yang di datangkan langsung dari pesantren Mambaus Sholihin pusat di Gresik Jawa Timur. Program unggulan pesantren ini adalah penguasaan bahasa, penguasaan kitab kuning (kitab klasik). "Selain mendidik santriwati baik ilmu umum dan keagamaan juga di lengkapi dengan sejumlah kegiatan ekstra kurikuler," tambahnya.

Pesantren Mambaus Sholihin 7 di Bintan, didirikan setelag sebelumnya sudah ada Pondok pesatren Mambaus Sholihin yang berada Blitar, Benjeng Gresik, Maluku Tengah, Balong Panggang Gresik serta Jimbrana Bali.

Editor: Dardani