Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Inilah Pedoman untuk Mengenali Jajanan Sehat
Oleh : Redaksi
Sabtu | 12-11-2016 | 11:14 WIB
Ilustrasi-Jajan1.jpg Honda-Batam

Ilustrasi Jajanan.

BATAMTODAY.COM, Batam - Siapa sih yang tidak suka jajan? Jajan menjadi suatu kebiasan sehari-hari bagi sebagian besar masyarakat mulai dari anak-anak, remaja hingga dewasa.

 

Namun sayangnya, banyak orang yang jajan secara sembarangan dengan alasan praktis, mudah didapat serta murah. Padahal, tak semua jajanan itu sehat. Kamu harus tahu cara mengenali jajanan yang tak sehat.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan RI ada 5 pedoman untuk mengenali penganan atau jajanan yang sehat.

Itu disebut Pedoman 5 Kunci Keamanan Pangan, yaitu: kenali pangan yang aman, beli pangan yang aman, baca label dengan seksama, jaga kebersihan, dan catat apa yang ditemui.

Dimulai dengan mengenali pangan secara kasar mata. Kamu bisa mengenali lewat alat indera, dengan cara langsung dipegang atau kamu juga bisa lihat dari segi kemasan. Kamu bisa samakan dengan warna baju, kalau sama seperti warna baju berarti jajanan yang kamu beli memakai pewarna tekstil dan tidak aman.

Yang kedua, kamu bisa membeli jajanan yang aman, maksudnya adalah kamu bisa lihat proses pembuatan atau pengolahannya aman atau tidak, menggunakan bahan berbahaya atau tidak.

Yang ketiga yaitu membaca label sebelum membeli pangan yang memiliki kemasan. Kalau kamu ragu, kamu bisa melihat produk tersebut apakah sudah terdaftar di BPOM atau belum.

Kemudian, kamu tetap harus menjaga kebersihan, yang terpenting adalah kebersihan tangan dan peralatan makan yang dipakai untuk memasak maupun mengonsumsi makanan. Sebaiknya kamu cuci tangan sebelum makan, dan cek kebersihan pada peralatan makan. Nah hal ini dapat sekaligus membantu menjaga kebersihan makanan yang hendak kamu makan loh.

Hal terakhir, yakni kamu dihimbau agar segera melaporkan apapun hal aneh yang terjadi berkaitan dengan makanan. Misalnya, banyak teman kamu yang sakit setelah mengonsumsi makanan tertentu, maka kamu disarankan untuk segera menghubungi Call Center BPOM agar dapat ditinjau lebih jauh.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha