Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Setahun, Iuran Jaminan Pensiun BPJS Tenaker Capai Rp3,42 Triliun
Oleh : Redaksi
Selasa | 05-07-2016 | 11:02 WIB
dana-pensiun-BPJS.jpg Honda-Batam

Ilustrasi pensiun tenaker BPJS (Sumber foto: sindonews.com)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Iuran program jaminan pensiun yang dipungut oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencapai Rp3,42 triliun hingga Mei 2016. Jumlah iuran program keempat BPJS Tenaker ini terus meningkat hingga di atas 30 persen per bulannya sejak diberlakukannya jaminan pensiun pada 1 Juli 2015 lalu.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), iuran jaminan pensiun ketika pertama kali diberlakukan cuma Rp14,89 miliar. Kemudian, pada akhir tahun lalu menjadi Rp2,61 triliun. Jaminan pensiun ini berlaku wajib layaknya program-program lain BPJS Tenaker, seperti jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.

Adapun, dari sisi kepesertaan, OJK melansir, program jaminan pensiun BPJS Tenaker telah diikuti oleh 7.964.741 pekerja. Seluruhnya merupakan peserta penerima upah.

Besaran iuran jaminan pensiun dipatok tiga persen dari upah bulanan para pekerja, terdiri dari dua persen iuran pemberi kerja (perusahaan) dan satu persen dari kantong para pekerja itu sendiri. Program ini menjamin kesejahteraan purna kerja ketika memasuki masa pensiun.

Secara keseluruhan, total iuran yang dihimpun BPJS Tenaker tembus Rp18,17 triliun per Mei 2016 atau tumbuh 42,58 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu, yaitu Rp12,74 triliun. Iuran jaminan hari tua tercatat naik 15,79 persen menjadi Rp12,51 triliun. Sementara, iuran jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja masing-masing meningkat 12 persen dan 16 persen.

Dari sisi aset, kekayaan BPJS Tenaker menyentuh Rp231,94 triliun atau tumbuh 13,57 persen. Sedangkan, total investasinya mencapai Rp222,78 triliun atau naik 12,90 persen. Keranjang investasi surat utang negara dan obligasi mendominasi penempatan dana sebesar Rp107,31 triliun.

Diikuti oleh, saham Rp43,41 triliun, deposito Rp30,12 triliun, sukuk Rp23,31 triliun dan reksa dana Rp16,52 triliun. (Sumber: CNN)

‎Editor: Udin