Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kebijakan GBP Ditunda Lagi

Porter dan Pengantar Berdesakan dengan Penumpang
Oleh : Ali
Rabu | 22-12-2010 | 19:25 WIB

 

Batam, batamtoday - Penggunaan gelang boarding pass (GBP) yang pekan lalu digunakan pihak Pelni di pelabuhan Sekupang, ternyata kebijakan itu sudah tidak diberlakukan lagi. Akibatnya, porter, pengantar dan penumpang berjejal dan berdesak di tangga kapal, baik yang akan naik maupun turun.

 

 

Kebijakan menggunakan GBP bagi setiap penumpang dimaksud agar petugas dapat mengidentifikasi yang mana penumpang yang mana pengantar. Pengantar sendiri tidak dapat masuk ke dalam kapal, tetapi hanya sampai di ruang tunggu, sehingga dengan demikian tidak akan terjadi kekisruhan.

Dalam pantauan batamtoday Rabu (22/12) sore, pelabuhan domestik lokal di Sekupang ramai dengan arus penumpang baik yang turun maupun naik, dan penumpang yang naik ke kapal kebanyakan penumpang dengan tujuan Medan. Mengingta perayaan natal hanya tinggal 3 hari lagi, maka diperkirakan hari ini dan besok merupakan puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru.

Akibat dilepasnya kebijakan pengunaan GBP bagi penumpang, suasana naik turun penumpang menjadi kisruh dan tidak teratur. Suasana kisruh ini pun menyebabakan seorang anak terlepas dari tangan orangtuanya. Si anak akhirnya diamankan di Pos keamanan pelabuhan setempat menunggu sampai orangtuanya datang menjemput.

Atas kekisruhan pelayanan arus masuk dan keluar penumpang di pelabuhan Sekupang ini, tidak ada satupun pihak Pelni yang bersedia dimintai komentarnya. Nara sumber batamtoday di pelabuhan Sekupang mencurigai bahwa pelepasan kebijakan GBP ini karena ada niat tertentu dari oknum-oknum Pelni yang ingin mengeruk keuntungan dengan menyelundupkan penumpang tanpa karcis.

"Biasalah pak, nanti kan mereka koordinasi dengan petugas di kapal," ujar sumber yang sudah bertahun-tahun mangkal di pelabuhan Sekupang. 

"Makanya Pelni, yaa begini aja terus nasibnya karena digerogoti oleh oran dalam sendiri," ketus sumber lagi.

Namun, sebelum berita ini dipublish, Kepala Cabang Pelni Batam Kunto Handoni, lewat SMS kepada batamtoday menyatakan bahwa, penggunaan GBP pekan lalu hanya uji coba saja, dan baru akan diterapkan pada 17 Januari 2011 mendatang.