Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Masyarakat Miskin Diminta Berdiet, Puan Layak Dicopot dari Jabatan Menteri
Oleh : Surya
Kamis | 28-01-2016 | 16:24 WIB
Puan Maharani.jpg Honda-Batam
Menko PMK Puan Maharani

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Menko Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani Putri meminta agar rakyat miskin melakukan diet, menuai protes keras. 


Pernyataan yang menurut Puan sedekar bercanada itu, dinilai sudah sangat menyakitkan hati rakyat Indonesia.

"Presiden Jokowi harus mencopot Puan dan membubarkan kementeriannya," desak Direktur Centre for Budget Analysis atau CBS, Uchok Sky Khadafi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (28/1/2016) menanggapi pernyataan Menko PMK Puan Maharani.

Diingatkan bahwa posisi Puan yang ditunjuk Jokowi sebagai menteri dan alasan pembentukan kementerian PMK itu adalah sekedar mengambil hati Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri yang mengusungnya sebagai calon presiden pada pemilu lalu.

"Orang banyak mengatakan Puan sebagai menteri 'timah' atau titipan Mamah. Saya sendiri melihat baik menterinya maupun kementeriannya tidak membawa manfaat. Jadi lebih baik dibubarkan dan anggarannya digunakan untuk membeli beras miskin yang dibutuhkan rakyat," ujarnya.

Bila perlu tambah Uchok, lebih terhormat kalau Puan mundur dan meminta kepada Presiden Jokowi menggunakan anggaran kementeriannya untuk membantu rakyat miskin. Apalagi kehidupan rakyat yang susah saat ini disebabkan kebijakan pemerintahan yang tidak pro rakyat.

"Maka seharusnya Puan malu meminta rakyat untuk melakukan diet karena tidak sanggup membeli beras. Kok malah mengolok-olok. Ingat kehidupan rakyat susah karena pemerintahan Jokowi dan koalisi PDIP. Bukannya dia malu, malah dia buat kehidupan rakyat susah sebagai bahan olok-olokan," tambahnya lagi.

Ditegaskan Uchok bahwa rakyat miskin saat ini sebenarnya tidak ada yang menginginkan jatah beras miskin tersebut, karena dibagikan adalah beras paling jelek kualitasnya di dunia ini. Tapi rakyat terpaksa mengkonsumsi beras miskin yang banyak kutu dan batunya.

"Rakyat pasti akan membeli beras yang lebih baik kalau punya uang, itu pun kalau pemerintahnya tidak membuat susah rakyat. Sekarang rakyat miskin sudah harus mengkonsumsi beras paling buruk, ditambah harus diet," pungkasnya. (

Editor : Surya