Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

IHSG Menguat 17.699 Poin ke Level 4,154.206

Intervensi Jepang Pada Pasar Valas Berhasil Katrol Regional di Area Hijau
Oleh : Sumantri/Dodo
Kamis | 04-08-2011 | 10:58 WIB
jsx_composite_index_open_market_Kamis_04_Agustus_ses_I.jpg Honda-Batam

jsx composite index open market Kamis 04 Agustus ses I

BATAM, batamtoday - Kinerja bursa regional mendapat angin segar setelah Bank Sentral Jepang (BOJ) hari ini, telah melakukan intervensi di pasar mata uang. Kabar intervensi yang dilakukan Jepang berhasil mendaratkan bursa regional di area hijau. Di samping itu, faktor teknikal dan positifnya kinerja bursa Amerika Serikat penutupan semalam turut memberi andil rebound-nya sebagian besar bursa, pasca kejatuhan yang cukup tajam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan hari ini dibuka naik 17.699 poin ke level 4,154.206. 

 

"Sebagaimana kita ketauhi sebelumnya data buruk dari dari AS menambah kecemasan mengenai kondisi ekonomi terbesar dunia itu. Data AS yang telah rilis menunjukkan pembelanjaan konsumen turun untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Personal spending turun 0,2% selama Juni. Data ini menyusul data manufaktur dan PDB AS yang juga mengecewakan," ujar Johan Effendi, Senior Analis Bursa dari PT Phillip Securities Batam, kepada batamtoday, Kamis 04 Agustus 2011.

Data itu menambah bukti yang memperlihatkan perlambatan ekonomi terbesar dunia tersebut. Menurut analis serangkaian data AS yang buruk menimbulkan sentimen negatif, dan yang paling menakutkan adalah merosotnya penerimaan tenaga kerja di sektor manufaktur, yang menimbulkan kecemasan akan data payroll besok. Ditambah dengan rencana pengurangan defisit dan krisis utang Eropa, cukup untuk membuat investor lari.

"Semalam data ADP Employement Change, yang diperkirakan akan menunjukkan lapangan kerja sektor swasta bertambah sebesar 100.000 bulan lalu ternyata naik menajdi 114.000. Data ini merupakan gambaran awal dari data payroll Jumat besok, ekspektasi menunjukkan kenaikan 85.000 di Juli dari sebelumnya 18.000. Kini market difokuskan pada rapat regular Bank Sentral Inggris (BoE) dan Bank Sentral Eropa (ECB). Ditambah data mingguan jobless claims," ujar Johan.

Indeks Dow Jones Industrial (DJI) ditutup naik tipis dengan candle berbentuk hammer. Memang, untuk berakhirnya trend turun pada DJI, masih membutuhkan konfirmasi dari pergerakan nanti malam. Tapi setidaknya itu mengurangi tekanan dari sentimen bearish yang ada. Ini dapat dilihat dari pergerakan indeks di kawasan regional Asia yang cenderung flat pada pagi hari ini. 

IHSG kemarin ditutup dengan signal bearish setelah gagal bertahan diatas suport pertama, 4148. Akan tetapi, trend jangka menengah masih trend naik karena suport 4102 masih bertahan. Hari ini, IHSG baru kembali memberikan signal bullish jika mampu ditutup diatas 4177. 

Jika masih ditutup dibawah itu, berarti trend IHSG masih trend turun. Ketika trend turun, kenaikan adalah kesempatan untuk menjual, mengamankan profit yang sudah didapat. Selama IHSG tidak ditutup diatas 4177, kami lebih menyarankan untuk Sell On Strength. 

Sementara itu nilai mata uang Rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar Amerika berada di level Rp8,484.00 perdolar, menguat 9 poin dibandingkan posisi sebelumnya. Harga minyak mentah dipasar international berada di level 92 dolar Amerika perbarel dan harga emas murni di bursa NYMEX New York berada di level 1666 dolar per troy ounce.

Jajaran Top Gainers pada perdagangan sesi I hari ini diduduki oleh saham-saham dengan kode emiten CNTX yang naik 1300 poin ke level Rp7.900, GGRM naik 1050 poin ke level Rp53.050 dan ITMG naik 500 poin ke level Rp49.500.

Jajaran Top Losers pada perdagangan sesi I hari ini diduduki oleh saham-saham dengan kode emiten MBAI yang turun 400 poin ke level Rp31.100, ADMF turun 200 poin ke level Rp12.700 dan PGAS turun 175 poin ke level Rp3.650.