Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

OJK Perkuat Ketahanan Siber Industri Keuangan Digital
Oleh : Aldy Daeng
Kamis | 30-04-2026 | 17:03 WIB
OJK-Digital.jpg Honda-Batam
Workshop Keamanan Siber di Jakarta, Senin (27/4/2026). (Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat kapasitas ketahanan siber industri keuangan digital guna menjaga keberlanjutan sektor dan kepercayaan masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan keamanan siber kini menjadi faktor utama dalam industri keuangan digital.

"Keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis, tetapi prasyarat keberlanjutan industri. Satu insiden bisa berdampak luas pada reputasi, kepercayaan, dan stabilitas ekosistem," ujar Adi dalam Workshop Keamanan Siber di Jakarta, Senin (27/4/2026).

Workshop yang digelar bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) ini bertujuan meningkatkan kesiapan industri menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks dan cepat.

OJK mendorong pelaku industri beralih dari pendekatan berbasis kepatuhan (compliance) menjadi berbasis ketahanan (resilience). Artinya, keamanan siber harus menjadi bagian dari strategi bisnis, tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen.

"Kepercayaan adalah mata uang utama di ekonomi digital. Inovasi harus diimbangi dengan pengamanan yang kuat agar tidak menjadi celah baru," kata Adi.

OJK juga meminta penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) menjadikan keamanan siber sebagai investasi strategis untuk menjaga layanan dan daya saing.

Selain itu, penguatan sumber daya manusia dinilai krusial. Sistem yang kuat harus didukung kompetensi, disiplin operasional, prosedur yang siap, serta budaya pelaporan insiden yang transparan.

Workshop yang berlangsung 27-29 April 2026 ini diikuti para direksi penyelenggara IAKD. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan industri dalam mencegah, mendeteksi, merespons, hingga memulihkan diri dari serangan siber.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi BSSN Slamet Aji Pamungkas menekankan pentingnya “human firewall”, yakni peran karyawan sebagai garis pertahanan pertama melalui peningkatan kesadaran terhadap ancaman seperti phishing dan malware.

OJK menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian/lembaga, aparat penegak hukum, asosiasi, dan pelaku industri agar pengelolaan risiko siber berjalan terpadu, demi menjaga stabilitas sistem keuangan dan perlindungan konsumen.

Deputi Komisioner SDM OJK, Irnal Fiscallutfi, menambahkan workshop ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas industri melalui peningkatan pemahaman risiko dan kompetensi SDM dalam menghadapi ancaman siber. 

Editor: Yudha