Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Suka Duka Guru di Lingga, Tuntutan Tinggi Tapi Minim Fasilitas
Oleh : Nur Jali
Selasa | 24-11-2015 | 12:32 WIB

BATAMTODAY.COM, Dabosingkep - Besok adalah peringatan hari guru yang ke-70. Di era yang semakin canggih dengan sistim komputerisasi yang saat ini banyak digunakan salah satunya internet, membuat pemeritah pusat maupun daerah memanfaatkan fasilitas ini untuk mempermudah pendataan, dan mengoptimalkan waktu, serta mempercepat penyampaian informasi.

Kabupaten Lingga yang merupakan daerah kepulauan yang terdiri dari berbagai pulau kecil dan desa-desa yang berjumlah tujuhpuluhan lebih ini, yang hanya dapat ditempuh melalui jalur laut membuat para guru di wilayah ini mengeluhkan fasilitas internet yang menjadi kendala utama bagi mereka untuk berkomunikasi.

"Baru-baru ini kami diminta mengunggah data CUPNS bagi seluruh ASN, tak jarang kami terpaksa meninggalkan tugas sebagai guru demi melengkapi data tersebut yang harus diunggah di internet, karena bagi kami yang mengajar di pulau ini, jangankan internet, untuk jaringan telpon selular pun sangat sulit," kata Bayu, salah satu guru yang mengajar di salah satu desa di Kecamatan Senayang.

Selain pendataan ASN dan guru yang menggunakan berbasis online ini, untuk pendataan bagi guru yang bersertifikasi atau pendataan khusus guru yang akan mendapat tunjangan tambahan di setiap sekolah juga harus menyiapkan tenaga operator untuk data Dapodik yang dilakukan secara online untuk mengetahui aktivitas pengajar di sekolah.

"Yang jadi masalah bukan SDM operatornya, tapi fasilitas internetnya mereka harus ke kota untuk memenuhi kebutuhan ini, hal ini karena minimnya fasilitas komunikasi di wilayah pedesaan," kata Keizzy Dalfi yang pernah menjadi guru dan kini menjabat sebagai kepala UPTD.

Kedepan pemerintah pusat melalui Kemendiknas juga akan menerapkan sistim e-Kinerja untuk memantau kinerja para guru melalui sistim online. Hal ini akan menjadi kendala tersendiri bagi gur-guru yang bertugas di pulau, karna mereka harus berangkat ke kota untuk mendapatkan fasilitas internet.

"Di Singkep sendiri walaupun tersedia jaringan internet, namun kapasitas masih sangat kecil sehingga waktu kami mengupload data guru sangat sering mendapat hambatan jaringan yang lambat," ungkapnya.

Meski begitu, Keizzy mengharapkan agar pemerintah dapat memperhatikan hal ini, karna ini penting untuk meningkatkan kualitas guru dan siswa untuk menuju pendidikan yang bermutu. Dan dalam mewujudkan semua ini sangat dibutuhkan peran semua kalangan, baik wali murid hingga masyarakat pada umumnya.

Editor: Dodo