Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Tanggapan Sejumlah Orang Tua atas Kaburnya Siswa Kelas VI SD di Batam
Oleh : CR12
Senin | 12-10-2015 | 14:00 WIB
IMG00086-20151012-1035.jpg Honda-Batam
Beberapa orang tua siswa yang menunggu anaknya didepan SDN 002 Tembesi Batam. (Foto: Harun Al Rasyid)

BATAMTODAY.COM, Batam - Peristiwa kaburnya Salsabilla Anisa Rusdi alias Caca, siswi kelas VI SDN 002 Batuaji Batam, membuat beberapa wali murid khawatir. 


Dari beberapa wali siswa yang ditemui BATAMTODAY.COM, Senin (12/10/2015), mengungkapkan rasa kekhawatiran mereka peristiwa serupa menular kepada anak mereka.

Salah satunya Fitri (35). Ia mengatakan, sebagai ibu sudah pasti ia merasa khawatir. Jika saja hal serupa menimpa anaknya. Dituturkanya, perasaan khawatir tetap ada apalagi sebagai orang tua.

"Takut si enggak bang yah, cuma khawatir saja. Takut anak saya juga ikut-ikutan. Walaupun kejadian ini bukan di sekolah tapi di luar. Namanya orang tua bang, gak mau anak saya terjerumus ke hal-hal yang bukan-bukan," ujar Fitri.

Fitri yang tiap hari mengantar dan menjemput anaknya tersebut mengatakan, harus adanya pengawasan yang lebih dari orang tua. Kadang anak sudah dibimbing sedemikian rupa, namun kegiatan anak di luar rumah belum bisa diawasi secara menyeluruh. 

Untuk itu, ia melarang anaknya memakai ponsel saat bermain di luar rumah atau pergi bersama teman-teman. Pemakaian ponsel hanya di dalam rumah saja, sehingga mudah diawasi.

"Saya tiap hari antar dan jemput anak saya, biar aman. Anak saya tidak boleh bawa HP keluar rumah, apapun itu. Karena kadang kita sudah mengawasi, bimbing namun kegiatan di luar rumah kita tidak tahu. Intinya sebagai orang tua, harus pandai-pandailah didik anak sekarang tuh," tutur ibu dua anak tersebut.

Hal senada disampaikan Michael (35), yang juga mengaku khawatir terhadap keadaan Batam sekarang. Terutama anak-anak yang masih duduk dibangku sekolah. 

Mengenai perisitiwa kaburnya Salsabilla ini, ia mengaku tidak takut peristiwa tersebut akan menular kepada anaknya. Menurut warga asal Adonara NTT tersebut, baik dan buruknya anak itu, pertama adalah didikan orang tua. Jika orang tua mampu mendidik anaknya dengan baik, peristiwa tersebut tidak akan terjadi.

"Saya sih nggak takut bang, kalo khawatir orang tua mana yang tak khawatir anaknya kenapa-kenapa. Ini si tergantung orang tua, didikan orang tua saja. Kalo kita mampu didik anak dengan baik yah hasilnya baik. Kalo tidak yah tidak," ujar Michael.


Editor: Dardani