Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gejala Fisik Ini Bisa Tunjukkan Anda Sedang Depresi
Oleh : Redaksi
Sabtu | 26-04-2014 | 09:18 WIB

BATAMTODAY.COM - SETIAP orang memiliki masalah dalam hidupnya. Ada yang mampu mengatasi masalah tersebut dengan baik, sebagian yang lain butuh waktu lama untuk mengatasinya hingga memicu depresi.

Tapi, tahukah Anda jika gejala depresi itu bisa dilihat dari tanda-tanda fisik? Meskipun depresi bukan penyakit fisik, namun depresi juga bisa mempengaruhi fisik Anda.

Berikut 10 tanda-tanda fisik yang bisa menunjukkan Anda sedang mengalami depresi seperti dilansir Web MD, situs kesehatan populer:


1. Sulit Tidur (Insomnia)

Depresi adalah penyakit mental, tetapi dapat mempengaruhi tubuh Anda serta pikiran Anda. Sulit tidur, misalnya, bisa menjadi gejala depresi. Sulit tidur atau tetap tertidur adalah umum pada orang yang mengalami depresi. Tetapi beberapa orang dengan depresi mungkin menemukan bahwa mereka tidur terlalu banyak.


2. Nyeri Dada

Nyeri dada bisa menjadi tanda dari masalah jantung atau paru-paru. Jika Anda mengalami sakit dada, periksakan ke dokter untuk menyingkirkan penyebab yang serius. Tapi, kadang-kadang nyeri dada bisa menjadi tanda depresi.

Ada juga hubungan antara depresi dan penyakit jantung. Depresi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Plus, orang-orang yang pernah mengalami serangan jantung lebih mungkin mengalami depresi.


3. Kelelahan

Jika Anda merasa begitu lelah dan tidak memiliki tenaga untuk tugas sehari-hari -bahkan ketika Anda tidur atau banyak beristirahat- mungkin menjadi tanda bahwa Anda mengalami depresi. Depresi dan kelelahan bisa saling mempengaruhi satu sama lain.

Menurut sebuah penelitian, orang-orang yang mengalami depresi lebih dari empat kali lebih lelah, dan orang-orang yang menderita kelelahan hampir tiga kali lebih mungkin untuk mengalami depresi. Depresi dan kelelahan sama-sama memperburuk kondisi tubuh.


4. Otot Nyeri dan Sakit Sendi

Nyeri dan depresi sangat erat kaitannya. Hidup dengan rasa sakit kronis dapat meningkatkan risiko depresi.

Dan depresi itu sendiri dapat menyebabkan rasa sakit karena dua kondisi berbagi utusan kimia dalam otak. Bahkan, orang yang mengalami depresi tiga kali lebih mungkin untuk mengembangkan rasa sakit kronis.


5. Mengalami Masalah Pencernaan

Otak kita dan sistem pencernaan saling berhubungan. Itulah sebabnya mengapa banyak dari kita mengalami sakit perut atau mual saat kita stres atau cemas.


6. Sakit Kepala

Orang dengan depresi sering mengeluhkan sakit kepala kronis. Sebuah studi menunjukkan bahwa orang dengan depresi berat, tiga kali lebih mungkin untuk mengalami migrain (sakit kepala sebelah) dan orang dengan migrain adalah lima kali lebih mungkin untuk mengalami depresi.


7. Nafsu Makan Berubah

Beberapa orang kehilangan nafsu makannya ketika mereka merasa tertekan. Sementara sebagian yang lain justru tidak bisa berhenti makan -sebagai cara menenangkan frustrasi atau kesengsaraan mereka.

Hasilnya, berat bisa menyusut atau malah bertambah. Jika berat badan terlalu turun, kita akan kekurangan energi.

Depresi telah dikaitkan dengan gangguan seperti bulimia, anoreksia, atau pesta makan-makan. Pada wanita, hubungan antara depresi dan anoreksia atau bulimia sangat kuat.


8. Sakit Punggung

Sakit punggung kronis dapat menyebabkan depresi. Tapi depresi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena sakit punggung juga. Orang yang mengalami depresi mungkin empat kali lebih mungkin untuk mengembangkan intens, sakit leher atau sakit punggung.


9. Gelisah

Gampang marah dan gelisah mungkin berhubungan dengan masalah tidur atau gejala lain dari depresi. Depresi meningkatkan risiko penyalahgunaan alkohol atau zat lainnya, yang juga dapat berkontribusi untuk lekas marah dan gelisah. Pria lebih mungkin untuk marah dibandingkan perempuan ketika mereka sedang tertekan.


10. Masalah Seksual

Jika Anda mengalami depresi, Anda mungkin kehilangan minat pada seks. Depresi berat, terutama, bisa berdampak pada seks. Orang yang mengalami depresi lebih mungkin untuk menggunakan alkohol dan obat-obatan, yang keduanya dapat mengurangi dorongan seks Anda.

Beberapa resep obat -termasuk orang-orang yang mengobati depresi- juga dapat menciutkan gairah seks Anda dan mempengaruhi kinerja. Bicaralah dengan dokter Anda tentang pilihan pengobatan Anda.


Berolahraga

Penelitian menunjukkan bahwa program olahraga secara teratur tidak hanya cocok, tetapi juga melepaskan zat kimia dalam otak Anda sehingga membuat Anda merasa lebih baik, memperbaiki mood, dan mengurangi sensitivitas Anda terhadap rasa sakit.

Meskipun latihan olahraga saja tidak akan menyembuhkan depresi, namun olahraga dapat membantu mengurangi depresi dalam jangka panjang. Perlu diketahui bahwa jika Anda depresi maka akan mempersulit Anda untuk mendapatkan energi untuk tetap berolahraga. Tapi tahu bahwa olahraga dapat meningkatkan energi, mengurangi kelelahan, dan membantu Anda tidur lebih baik. (*)

Editor: Roelan