Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Disnaker Batam Nyatakan Ada Pemotongan Insentif Buruh di PT SMOE Indonesia
Oleh : Irwan Hirzal
Selasa | 18-03-2014 | 14:06 WIB
smoe_indonesia.jpg Honda-Batam
PT SMOE Indonesia.

BATAMTODAY.COM, Batam - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menyatakan PT SMOE Indonesia melakukan pemotongan insentif terhadap buruhnya.


Hal ini terungkap dalam rapat yang digelar Disnaker bersama manajemen PT SMOE dan perwkilan buruh, Senin (17/3/2014) kemarin.

"Ya memang ada pemotongan upah prestasi atau insentif yang dilakukan manajemen PT SMOE kepada pekerja. Ini dilakukan agar memajukan produktifitas perusahaan," ujar Jalfirman, Kabid Pengawas Tenaga Kerja Disnaker Kota Batam, Selasa (18/3/2014).

Jalfirman menjelaskan pemotongan itu dilakukan adanya ketidakhadiran pekerja, safety dan produfitas dalam bekerja. Apabila dari jumlah pekerja sebanyak 20 persen tidak hadir maka manajemen memotong insentif 40 persen seluruh pekerja.

Apabila sebanyak 25 persen pekerja tidak masuk, maka manajemen akan memotong 50 persen upah insentifnya. Pemotongan ini, sebut Jalfirman dilakukan memang tidak seizin Disnaker Batam.

"Di peraturan tenaga kerja, tidak ada yang mengatur upah insentif jadi sah-sah saja apabila ada kebijakan seperti itu," ujanya.

Dari hasil rapat kemarin kata Jalfirman memang kebijakan tersebut tidak adil apabila manajemen melakukan pemotongan upah insentif. Seharusnya PT SMOE mengembalikan pada peraturan tenaga kerja membayar upah sesuai SK Gubernur Kepri dimana nantinya seluruh pekerja akan mengikuti peraturan yang sudah disepakati.

Diantaranya 1 April nanti sistem penggajian akan diterima para pekerja 1 tahun ke atas akan menerima tambahan upah insentif sebanyak Rp443 ribu

"Nantinya upah insentif yang sudah dipotong sejak awal akan dikembalikan 50 persen kepada pekerja," ujarnya.

Adanya kesepakatan ini kata Jalfirman kondisi PT SMOE sudah tidak ada lagi unjuk rasa yang dilakukan pekerja.

"Pekerja sudah mulai beraktifitas kembali dan tidak ada lagi pekerja yang menggelar aksi," pungkasnya.

Editor: Dodo