Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Setiap Awal Tahun, Inflasi Jadi Tren di Batam dan Tanjungpinang
Oleh : Habibi/Agus Haryanto
Jum'at | 24-01-2014 | 19:13 WIB
1248697075sembako1.jpg Honda-Batam
Pedagang sembako di pasar tradisional. (Foto ilustrasi)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberikan peringatan kepada pemerintah daerah, khususnya Tanjungpinang dan Batam, tentang potensi inflasi. Pasalnya, setiap awal tahun inflasi selalu menjadi tren di Kepualaun Riau umunya, khususnya di dua daerah tersebut. 

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Kepri, Rahmad Iswanto, tak sepakat jika inflasi didorong oleh peringatan Imlek, karena memang setiap awal tahun kenaiikan bahan pokok itu signifikan sekali. 

"Iya kalau peringatan atau warning, mungkin itu, mengapa inflasi selalu menjadi tren di awal tahun. Kita mendata setiap minggu mengenai kebutuhan pokok, dan inflasi ini memang telah menjadi tren setiap tahun. Krena memang faktor cuaca yang ekstrem dan juga bencana nasional, sehingga memang bahan pokok pasokannya kurang akhirnya harganya tinggi," kata Rahmad, kepada BATAMTODAY.COM, Jumat (24/1/2014). 

Dia malah menyampaikan, saat ini harga bumbu-bumbu dapur telah terindikasi naik, seperti cabe, bawang, dan bumbu dapur lainnya. Buah-buahan pun demikian. 

Hal ini, katanya, disebabkan bencana banjir di Jakarta, meletusnya gunung Sinabung dan cuaca ekstrem di beberapa tempat pemasok barang.

"Mau imlek atau apapun, tetap dari tahun ke tahun selalu di awal tahun ini inflasi. Imlek ini juga memang selalu bertepatan dengan cuaca ekstrem yaitu angin utara. Jadi, ya begitulah," kata Rahmad.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang, Wan Kamar, mengakui, cuaca ekstrem mengganggu pasokan kebutuhan pokok ke Tanjungpinang. Pasalnya, barang kebutuhan pokok ini sebagian besar didatangkan dari luar.

Karena itu, katanya, harga barang-barang kebutuhan pokok berpotensi merangkak naik akibat cuaca buruk.

"Sepekan pasca-cuaca buruk  yang merata di sejumlah daerah dan ancaman gelombang tinggi mulai terasa. Kalau jalur pelayaran di Kepri lumpuh akibat gelombang tinggi, itu akan menggangu pasokan bahan kebutuhan pokok masyarakat," terangnya.

Sementara diberitakan sebelumnya, menjelang perayaan Imlek yang berlangsung pada akhir Januari 2014, BPS mengingatkan pemerintah, khususnya otoritas terkait, untuk memastikan pasokan dan distribusi bahan pangan pokok tetap terjaga.

Deputi Bidang Statistik dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo, mengungkapkan bahwa jika suplai dan distribusi bahan pangan pokok terhambat, hal ini dapat mendorong inflasi pada Januari ini. "Cabe dan daging ayam jelang Imlek kebutuhan tinggi. Kalau bisa itu dijaga suplainya," ungkap Sasmito dikutip dari laman kemenkeu.go.id, Jumat (24/1/2014).

Sasmito menjelaskan bahwa distribusi dan produksi bahan pangan pokok tersebut harus menjadi perhatian, karena saat ini cuaca ekstrim sedang melanda beberapa daerah di Indonesia. Perhatian yang lebih, harus ditujukan khususnya kepada daerah produsen komoditas pangan tersebut. 

Ia juga menekankan bahwa pemerintah masih memiliki waktu untuk menjaga distribusi dan produksi bahan pokok tersebut. "Masih ada cukup waktu," jelasnya. (*)

Editor: Roelan