Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polisi Bintan Harus Berani Tangkap Pemilik Kayu Gelondongan Ilegal
Oleh : Arjo
Sabtu | 22-06-2013 | 16:19 WIB
kayu-gelondongan-korem.jpg Honda-Batam
(Foto: Arjo/batamtoday)

TANJUNGUBAN, batamtoday - Polisi diminta berani menangkap pemilik kayu gelondongan menyusul penangkapan terhadap dua truk bermuatan hasil hutan, yang diduga milik oknum anggota Korem 033/ Wira Pratama, oleh Satreskrim Polres Bintan belum lama ini.



"Penangkapan terhadap kayu hasil dari perbuatan ilegal harus diberikan apresiasi. Walaupun kenyataanya di lapangan, sebagian besar hutan di Bintan sudah gundul," ujar Moch Idha, Koordinator Wilayah (Korwil) Perpat Bintan di Tanjunguban, kemarin.

Idha berharap kepada pihak kepolisian tidak hanya berhenti atau puas dengan sudah berhasil menangkap dua unit truk yang bermuatan kayu gelondongan tersebut. Tetapi polisi hendaknya bisa menangkap pelaku utamanya, karena yang selama ini justru tertangkap hanya sebatas sopir atau operator gergaji mesin.

"Polisi harusnya bisa menangkap kakapnya, jangan hanya sebatas orang yang hanya sebatas mencari makan," imbuhnya.

Abu Samah, tokoh masyarakat Bintan Utara menyebutkan kalau masalah penebangan pohon secara ilegal di Bintan sebenarnya sudah bukan rahasia umum. Tetapi selama ini, terkesan aparat penegak hukum tidak berdaya apa bila sudah mendengar suara gergaji mesin dari dalam hutan.

Hal tersebut kata dia bisa dibuktikan dengan sejumlah titik yang sudah ditetapkan sebagai hutan justru yang tampak hutan hanya terlihat dari depan. Tetapi apabila diihat ke dalam, hampir seluruh hutan yang ada di Bintan sudah gundul.

"Hutan di Bintan, hanya terlihat dari luar. Padahal di dalamnya, sudah hampir botak keseluruhan," katanya.

Harusnya pemerintah tidak membiarkan hal tersebut terjadi sejak awal. Karena pada saat ini, hutan bukan lagi gundul tetapi sudah hancur menyeluruh.

"Jelas itu pekerjaan rumah bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Karena kalau masyarakat biasa jelas tidak berani, kecuali ada oknum yang membekinginya," tambahnya.

Editor: Dodo