Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Petani Tak Nikmati Kenaikan Harga Sayur
Oleh : Arjo
Sabtu | 09-03-2013 | 14:36 WIB
petani padi.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

TANJUNGUBAN, batamtoday - Melonjaknya harga sayur-mayur di wilayah Bintan ternyata tak sepenuhnya dinikmati oleh para petani. Petani mengaku sayur dan buah-buahan yang ditanamnya masih dihargai jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasaran.

Sahrul, salah seorang petani di Bintan Utara mengatakan, selama ini banyak keluhan masyarakat terhadap tingginya harga kebutuhan terutama sayur dan buah-buahan lokal. Dengan harga tinggi ini semestinya membuat kehidupan petani lebih baik dengan harapan bisa menangguk untung.

Kenyataannya yang menangguk untung besar bukan petani, melainkan pihak lain mulai dari tengkulak hingga para pedagang. Salah satu contoh, kata Syahrul, harga nangka muda yang sekarang mencapai Rp10 ribu per kilogram ternyata di tingkat petani jauh lebih murah.

“Nangka muda milik petani hanya dihargai Rp1.500 hingga Rp3.000 per kilogram,” katanya, Sabtu (9/3/2013).

Senada dengannya, Yosrizal petani sayur Serikuala Lobam, menyampaikan harga sayuran dan buah miliknya juga selalu dijual dengan harga murah dibanding dengan harga pasar pada saat ini. Salah satunya petai miliknya hanya diharga Rp6 ribu per kilogram atau jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasar. Harga di pasaran, petani saat ini mencapai Rp20 ribu per kilogram.

“Bayangkan lebih dari 200 persen keuntungan yang diperoleh pihak lain,” katanya.

Uda panggilan akrab bapak tiga anak asal padang tersebut menilai kondisi ini tidak hanya memberatkan masyarakat lain petani juga jelas sangat dirugikan. Disebutkan, dengan harga sayuran naik juga mendorong harga kebutuhan lainnya melonjak yang ada akhirnya turut memberatkan petani itu sendiri.

Dia berharap ke pemerintah untuk membuat kebijakan pro petani dimana petani dalam hal ini dilatih untuk memasarkan produknya sendiri secara langsung. Dengan petani menjual produknya secara langsung selain petani dapat menikati tambahan harga, masyarakat juga akan terbantu karena harga relatif lebih murah.

Editor: Dodo