Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kasus Pokja Inklusif

Warga Karimun Minta Bantuan Kodim untuk Lapor ke Polisi
Oleh : Khoiruddin Nasution
Senin | 04-03-2013 | 08:29 WIB

KARIMUN, batamtoday - Ada saja cerita menarik tentang keluguan masyarakat di Karimun ini. Kali ini datangnya dari salah satu petugas lapangan, yang mendapat tanggung jawab mencari anak-anak miskin Karimun, agar anak tersebut kembali bersekolah hingga tamat.


Sebut saja Oktavina alias Vina, yang kesehariannya berdagang di terminal penyebarangan Pelabuhan KPK Karimun. Ketika mendapatkan tugas dari Pokja Inklusif Kabupaten Karimun untuk mencari anak miskin, di wilayah Kepulauan Karimun Besar ini, ibu tiga anak ini begitu bersemangat.

Sehingga dalam waktu singkat, dirinya telah berhasil mengumpulkan 70-an anak, yang masuk ke dalam kategori anak dengan kebutuhan khusus dan sesuai dengan kriteria Pokja Inklusif Kabupaten Karimun.

Namun sayang, niat tulus dan ikhlas itu ternyata tidak selamanya berbuah manis. Sebab, kecaman beberapa tokoh masyarakat Karimun, seperti Ketua Laskar Melayu Bersatu Datok Azman Zainal dan salah seorang oknum dosen Universitas Karimun, Fitra Taufik, yang dimuat di salah satu media lokal membuat dirinya meradang.

Berbekal kuitansi perbelanjaan, dirinya serta orangtua anak yang mendapat santunan dan didampingi RT dan RW setempat, berencana melaporkan kepada pihak berwajib.

"Saya sudah kumpulkan semua bukti. Kami sudah laporkan Fitra Taufik dan Datuk Azman Zainal ke Kodim 0317 Karimun. Kalau Kodim hari ini selesai menyusunnya, kami akan laporkan keduanya ke Polisi. Yang mereka sampaikan di media lokal itu sangat keterlaluan, itu adalah berita fitnah dan sangat menyakitkan hati kami," ujarnya dengan wajah lugu kepada batamtoday di Balai, Senin (4/3/2013).

Lebih jauh Vina menjelaskan, bahwa kuitansi yang disertai barangnya sekaligus akan dibawa mereka. Hal itu, katanya lagi, sebagai bukti bahwa Pokja Inklusif Kabupaten Karimun telah bekerja keras dan sangat hati-hati, sehingga sesuai dengan harapan masyarakat yang tidak mampu dan yang sangat membutuhkan santunan seperti itu.

"Kami akan bawa barang yang sudah dibeli untuk kebutuhan anak, seperti sepeda, baju, sepatu, buku, tas dan lainnya. Itu sebagai bukti, bahwa tidak ada korupsi di situ dan laporannya juga tidak direkayasa," ujarnya dengan penuh kekesalan.

Kini ibu tiga anak tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan berkas administrasi dari Kodim 0317 Karimun, yang nantinya akan diteruskan ke pihak Kepolisian Resor (Polres) Karimun.

Editor: Dodo