Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Diduga Menjadi Korban Pembunuhan

Tokoh NTT Batam Minta Polisi Ungkap Misteri Kematian 4 Bocah Bengkong
Oleh : Irwan Hirzal
Jum'at | 01-03-2013 | 16:14 WIB
jasad-bocah-bengkong2.jpg Honda-Batam
Jasad keempat bocah malang yang ditemukan tewas di dalam mobil saat disemayamkan di RS BP Batam. (Foto: Irwan/batamtoday)

BATAM, batamtoday - Penyebab tewasnya empat bocah Bengkong, Maria Yelsan Fenge (6), Cosmas Ferson (4), Wihelmus Rudi (3) dan Aprileus Ama Mado (5), yang ditemukan warga di dalam sebuah mobil sedan warna hitam bernomor polisi BM 1306 XS, Kamis (28/2/2013) malam, masih menyisakan misteri.


Duka mendalam juga masih menyelimuti keluarga yang ditinggal keempat bocah yang kesehariannya merupakan empat sekawan.

Ketua Persatuan Keluarga Nusa Tenggara Timur atau PKNTT Kota Batam, Angelinus, yang menemui keluarga korban di Rumah Sakit BP Batam di Sekupang, Jum'at (1/3/2013), mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa keluarga korban.

Dalam kesempatan itu, Angelinus juga menyampaikan kecurigaan pihak keluarga, kalau keempat bocah tak berdosa itu ada indikasi korban pembunuhan.

"Kenapa pihak keluaraga menduga hal seperti itu, karena di saat empat bocah ini keluar dari rumah masing-masing (untuk bermain), terutama Elsa yang perempuan, menggunakan busana. Tapi begitu ditemukan di mobil itu, tidak menggunakan busana dan di mobil tersebut juga tidak ada pakaian Elsa," ujarnya

Dugaan keempatnya merupakan korban pembunuhan dan bukan karena kehabisan oksigen, katanya, karena saat ditemukan keempat korban dalam posisi menumpuk. Dan lagi, kalau kehabisan oksigen siapapun orangnya pasti berusaha untuk mencari pintu atau mencari jalan keluar.

"Apa lagi empat bocah ini ditemukan dalam posisi menumpuk, apakah itu yang dimaksud dengan kehabisan oksigen. Nah, ini kan tidak masuk akal," katanya.

Bagi keluarga dan juga dirinya sendiri, kematian korban masih menjadi pertanyaan. "Katakanlah hasil otopsi nantinya ada indikasi terjadinya pembunuhan, kami berharap banyak terhadap pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus tersebut. Siapapun pelakunya, hukum dia seberat mungkin," ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Kepri Brigjen Pol Yotje Mende yang turun langsung ke tempat ditemukannya mayat keempat bocah ini, Jumat (1/3/2013), menyatakan pihaknya akan menyelidiki kejadian tersebut secara mendalam.

Namun, sebelum ada fakta dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, Kapolda Kepri ini meminta masyarakat tidak berasumsi dulu jika kejadian tersebut merupakan penculikan, penganiayaan apalagi pembunuhan. Dan hingga saat ini, pihaknya masih masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan tim forensik kesehatan dan ahli kimia dari Mabes Polri untuk menyelidiki kasus tersebut.

Mengenai luka melepuh yang terdapat pada tubuh korban, Yotje mengatakan, bisa diakibatkan karena cuaca panas di dalam mobil dan hampa udara sehingga keempat bocah itu tak bisa bernafas sampai ditemukan tewas.

"Kita mengimbau kepada media dan masyarakat agar tak berasumsi yang buka-bukan atas kejadian ini," kata Yotje kepada batamtoday di lokasi kejadian.

Editor: Dodo