Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Penyelewengan Solar di Batam

Oknum Polisi di Polda Kepri Diduga Terlibat dalam Jaringan DS
Oleh : Ali
Jum'at | 22-02-2013 | 18:07 WIB
corolla-solar.jpg Honda-Batam
Mobil Toyota Corolla, BM 1081 XV yang digunakan untuk menyelewengkan solar ternyata milik oknum polisi. (Foto: Berton/btd)

BATAM, batamtoday - Dugaan keterlibatan anggota Polisi di Polresta Barelang berinisial DS, yang diduga sebagai pemilik mobil pelansir solar Toyota Corolla warna putih dengan nomor polisi BM 1081 XW, juga diduga kuat ada keterlibatan anggota Polisi di Mapolda Kepri dalam penyelewengan BBM subsidi jenis solar di Batam.


"Ada lagi yang lebih berperan dari pada dia (DS-red) yang merupakan anggota di Polda Kepri," ujar sumber di kepolisian, yang tidak mau namanya dipubliskan, kepada batamtoday, Jumat (22/2/2013).

Dari alur untung-untungan penyelewengan BBM subsidi jenis solar ini, keuntungannya mencapai Rp2.000 per liter. Setiap akan beroperasi, uang untuk membeli solar subsidi mencapai 1 ton atau sekitar 1.000 liter untuk sekali jalan telah diberikan kepada sang sopir.

Mudusnya, solar subsidi yang dibeli dari berbagai SPBU di Batam seharga Rp4.500 perliter, kembali dijual ke bunker penampungan solar yang berada di Barelang seharga Rp6.500 perliternya. Keuntungan sebesar Rp2.000 perliter dibagi dua. DS menerima keuntungan sebesar Rp500 perliter dan Rp1.500 untuk rekannya di Polda Kepri.

Terkait adanya dugaan keterlibatan anggota Polisi di Polda Kepri, Kapolda Kepri Brigjen Pol Yotje Mende yang coba dimintai tanggapannya melalui pesan singkat, hingga saat ini belum mendapat jawaban.

Namun, Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono, menegaskan bahwa informasi tersebut masih perlu dikroscek kembali kebenarannya.

"Harus kita cek lagi benar atau tidak, jangan hanya katanya saja. Dan kalau memang terbukti yang bermain itu merupakan anggota, ya sudah pasti akan ditindak," ujarnya.

Ditambahkannya, sejak Brigjen Pol Yotje Mende bertugas di Polda Kepri, Kapolda selalu menekankan bahwa semua anggota yang jelas- jelas melakukan kesalahan akan ditindak tegas sesuai dengan ketentuan yang ada.

"Dan bisa dilihat kan, berapa banyak kasus solar yang sudah ditangani," kata Hartono.

Adanya dugaan keterlibatan anggota Polisi dalam pusaran penyelewengan solar di Batam, terungkap setelah Kasdim 0316 Batam, Mayor (Art) Hary Sasono, mengadakan pertemuan di salah satu ruangan gedung SPBU Top 100 dengan Wawako Batam Rudi dan Kapolsek Sagulung, AKP Edy Buche, pasca penangkapan mobil pelansir solar BM1081XW yang disebut-sebut milik DS pada Rabu (20/2/2013).

"Pemilik mobil Toyota Corolla bernomor polisi BM 1081 XV yang tertangkap tangan oleh Wakil Wali Kota Batam, Rudi di SPBU Top100 Tembesi ternyata seorang oknum polisi yang bertugas di Polresta Barelang," katanya saat itu.

Keesokan harinya, Kamis (21/2/2013), Kapolda Kepri mendadak menggelar rapat bersama jajarannya. Dikabarkan, rapat yang digelar di Mapolda Kepri itu diikuti perwira pertama hingga perwira menengah di Polda Kepri.

Kapolda menginstruksikan untuk segera mencari sumber yang akurat yang menyebutkan keterlibatan anggotanya. "Tolong infonya A1, siapa yang sebut anggota terlibat," ujar perwira yang tidak mau disebutkan namanya menirukan instrisi Kapolda.

Editor: Dodo