Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pencemaran Udara di PLTU Tanjung Kasam Akibat Debu Batu Bara
Oleh : dd
Senin | 04-02-2013 | 12:46 WIB
pltu-bongkar-batu-bara.jpg Honda-Batam
Aktivitas pembongkaran batu bara di PLTU Tanjung Kasam yang menimbulkan pencemaran udara. (Foto: Ali/btd)

BATAM, batamtoday - Pencemaran udara yang terjadi di PLTU Tanjung Kasam disebut sebagai akibat dari debu yang ditimbulkan dari bongkar muat batu bara.

"Jadi bukan sisa pembakaran melainkan debu yang muncul saat batu bara itu dipindahkan dari tongkang," kata Agus Subekti, Senior Communication PT PLN Batam, Senin (4/2/2013).

Menurutnya, debu kemudian terbawa oleh angin utara yang saat ini berembus hingga kemudian sampai ke permukiman warga.

Namun Agus juga menyebutkan saat PT TJK Power selaku pengelola PLTU disebutnya sudah melakukan antisipasi dengan cara menyiram batu bara tersebut saat pemindahan hasil tambang itu dilakukan.

"Itu langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi debu beterbangan," kata dia.

Selain itu, PT TJK Power pada saat pembongkaran batu bara dari tongkang juga akan melihat kondisi cuaca, termasuk arah angin agar tidak mengakibatkan debu di sekitar PLTU.

Dipaparkannya, dalam sebulan, PLTU Tanjung Kasam membongkar muatan batu bara sebanyak tiga kali dengan kapasitas 15 ribu ton sekali bongkar.

Batu bara itu digunakan sebagai bahan baku untuk mendukung aktivitas PLTU menghasilkan tenaga listrik bagi Batam dan sekitarnya.