Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Protes Pencemaran Udara

Warga Tanjung Kasam Hentikan Aktivitas PLTU
Oleh : ali/dd
Sabtu | 02-02-2013 | 15:15 WIB
Tanjung-Kasam.gif Honda-Batam
PLTU Tanjung Kasam.

BATAM, batamtoday - Sekitar 300 warga Tanjung Kasam dan Telaga Punggur menghentikan aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) karena menimbulkan pencemaran udara dari debu yang dihasilkan, Jumat (1/2/2013) sekitar pukul 22.00 WIB malam tadi.

Informasi yang diperoleh, emosi warga sekitar mulai memuncak dikarenakan pihak pengelola PLTU Tanjung Kasam tidak mempedulikan keluhan warga sekitar yang merasa terganggu pencemaran dari sisa buangan batu bara yang digunakan.

"Selama ini warga sudah mengeluhkan debu dari batu bara di PLTU ini ke perusahaan, tetapi perusahaan tidak peduli sama sekali keluhan warga," ujar Susanto ketua RT 01/RW 02 Telaga Punggur, Sabtu (2/1/2013).

Warga yang menyeruduk ke dalam PLTU langsung meminta untuk menghentikan aktivitas, seperti menghentikan backhoe yang mengeruk material batu bara.

Situasi mulai memanas ketika pada saat itu, tidak ada satupun staf manajemen perusahaan yang di lokasi. Pengawas lapangan malam, tidak berdaya dan bersembunyi karena mulai terjadi keributan.

"Malam itu, saya terpaksa turun. Saya dimninta untuk menghadapi masyarakat sekitar yang sudah marah. Dari tuntutan warga kita terpaksa menghentikan aktivitas untuk sementara waktu," ujar Rudi, kepala sekuriti PLTU Tanjung Kasam.

Kapolsek Nongsa Kompol Ardiaanto mengatakan, pihaknya berupaya untuk meredakan masyarakat sekitar, agar situasi tidak memanas hingga terjadi aksi anarkis.

"Alhamdulilah, masyarakat dapat mengerti. Dan melanjutkan perundingan pada hari ini," ujarnya, Sabtu (2/2/2013).

Susanto ketua RT 02 kembali mengatan, akibat debu dari aktifitas penggunaan bahan batu bara di PLTU Tanjung Kasam, lingkungan warganya dipenuhi debu-debu sisa pembakaran batu bara.

"Boleh kita lihat di rumah warga, penuh debu-debu batu bara. Selama ini masyaralat sudah cukup bersabar, karena keadaan sudah tidak mungkin di bendung lagi, pencak kemarahan warga malam kemaren terjadi," terangnya.

Perangkat RT dan RW yang terdiri dari RT 01 dan RT 02 dan Ketua RW 02 sudah melakukan perundingan kepada perusahaan. Perusahaan berjanji akan menyiram di debu-debu batu bara yang dihaslikan dari aktivitas tersebut.

"Tapi saya katakan, jika debu-debu ada lagi, saya tidak bisa menjamin bila ada warga datang kembali melakukan penghentian aktivitas," ujarnya.

Saat ini manajemen pengelola PLTU Tanjung Kasam mengaku kepada warga bahwa pihak Sucofindo sedang melakukan uji lab debu - debu tersebut di empat titik perumahan warga.

"Tapi kita lihat aja, apakah benar Sucofindo melakukan uji lab. Makanya akan tetap kita pantau terus," kata Susanto kembali.