Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Raih Tiga Penghargaan UN Public Service Awards 2026, Inovasi Parepare Jadi Juara Dunia
Oleh : Redaksi
Jum\'at | 26-06-2026 | 15:28 WIB
UNPSA-20261.jpg Honda-Batam
Wakil Menteri PANRB Purwadi Arianto (tengah) bersama para inovator yang menerima penghargaan pada ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 yang digelar di Tbilisi, Georgia (25/6/2026). (KemenPANRB)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Indonesia kembali mengukir prestasi di tingkat internasional setelah berhasil meraih tiga penghargaan pada ajang United Nations Public Service Awards (UNPSA) 2026 yang digelar di Tbilisi, Georgia, Kamis (25/6/2026). Dari 12 penghargaan yang diberikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Indonesia berhasil membawa pulang satu gelar Award Winner dan dua Honourable Mention melalui inovasi pelayanan publik yang dinilai berdampak bagi masyarakat.

Penghargaan tertinggi diraih inovasi Berdaya Srikandi dari Pemerintah Kota Parepare pada kategori Gender-responsive Public Services. Sementara itu, inovasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) milik Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) memperoleh Honourable Mention pada kategori Transparent and Accountable Public Institutions to Achieve the SDGs.

Penghargaan serupa juga diraih inovasi MAGMA Indonesia (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment in Indonesia) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada kategori Delivering Inclusive and Equitable Services to Leave No One Behind.

Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Purwadi Arianto, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik nasional mampu bersaing di tingkat global.

"Dari 12 penghargaan yang diberikan, Indonesia berhasil mendapatkan tiga penghargaan. Selamat untuk Indonesia," ujar Purwadi usai acara penganugerahan UNPSA 2026.

Penghargaan diserahkan langsung oleh United Nations Under-Secretary-General for Economic and Social Affairs, Li Junhua, bersama Menteri Kehakiman Georgia, Paata Salia. Penghargaan diterima oleh Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah BPKP Setya Nugraha, serta Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria.

Pada penyelenggaraan tahun ini, lebih dari 700 proposal inovasi pelayanan publik dari 62 negara mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, hanya 12 inovasi yang berhasil meraih penghargaan.

UNPSA memberikan apresiasi kepada inovasi yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan pelayanan publik, memperkuat kapasitas administrasi pemerintahan, mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam implementasinya.

Inovasi Berdaya Srikandi dikembangkan sejak 2017 untuk memberdayakan perempuan pesisir melalui pengembangan ekonomi kreatif. Program tersebut melibatkan perempuan lulusan perguruan tinggi sebagai fasilitator dalam meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu berkontribusi terhadap ekonomi keluarga sekaligus mengurangi kerentanan kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

Sementara itu, Siskeudes merupakan sistem digital yang mendukung pengelolaan keuangan desa secara terintegrasi, mulai dari perencanaan, penganggaran, penatausahaan hingga pelaporan. Inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa melalui standar sistem yang seragam di seluruh Indonesia.

Adapun MAGMA Indonesia menjadi salah satu inovasi unggulan dalam mitigasi bencana geologi. Aplikasi berbasis web dan perangkat seluler tersebut menyajikan informasi gunung api, gempa bumi, tsunami, serta gerakan tanah secara terintegrasi dan hampir waktu nyata (quasi real-time), sehingga mempercepat proses analisis dan penyusunan rekomendasi mitigasi bencana.

Purwadi menilai capaian tersebut menunjukkan kualitas pelayanan publik Indonesia semakin mendapat pengakuan dunia. Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari komitmen pemerintah dalam mendorong reformasi birokrasi, memperkuat budaya inovasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Dengan kemenangan ini, kami berharap pelayanan publik di Indonesia dapat semakin adaptif, inovatif, dan berkualitas. Kementerian PANRB senantiasa mendorong dan mendampingi instansi pemerintah dalam perbaikan pelayanan publik serta penguatan inovasi untuk dapat mengikuti perkembangan zaman dan situasi global," kata Purwadi.

Ia menambahkan, penghargaan internasional tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang relevan, inklusif, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Prestasi pada UNPSA 2026 sekaligus menambah daftar keberhasilan Indonesia di ajang pelayanan publik dunia. Sebelumnya, Indonesia meraih penghargaan melalui inovasi EDAT dari Kabupaten Teluk Bintuni pada 2018, PetaBencana.id dari BNPB pada 2019, serta SIDIK dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan SAN PIISAN dari Pemerintah Kota Semarang pada UNPSA 2024.

Editor: Gokli