Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BNPT Asesmen Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri, Wagub Nyanyang Tekankan Perlindungan Objek Vital Nasional
Oleh : Redaksi
Rabu | 24-06-2026 | 11:48 WIB
listrik-kepri.jpg Honda-Batam
BNPT asesmen sistem pengamanan pada fasilitas pembangkit listrik yang masuk kategori objek vital nasional Kepri, Selasa (23/6/2026). (Pemprov Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat upaya pencegahan tindak pidana terorisme melalui asesmen sistem pengamanan pada fasilitas pembangkit listrik yang masuk kategori objek vital nasional. Kegiatan tersebut dilaksanakan di PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang, Selasa (23/6/2026).

Asesmen dipimpin langsung oleh Kepala BNPT RI, Eddy Hartono, dan didampingi Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan sistem keamanan pembangkit listrik dalam menghadapi berbagai potensi ancaman, termasuk ancaman terorisme.

Eddy Hartono menegaskan bahwa pembangkit listrik merupakan infrastruktur strategis yang memiliki peran penting dalam menopang aktivitas masyarakat, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, penguatan sistem pengamanan harus dilakukan secara berkelanjutan.

"Pembangkit listrik merupakan infrastruktur strategis yang menopang berbagai sektor kehidupan. Karena itu, peningkatan sistem pengamanan dari berbagai potensi ancaman, termasuk terorisme, harus terus dilakukan secara berkelanjutan," ujar Eddy.

Menurutnya, asesmen keamanan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Langkah itu menjadi bagian dari strategi BNPT dalam memperkuat kesiapsiagaan nasional melalui perlindungan terhadap objek vital yang memiliki dampak luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Manajer PT PLN Indonesia Power Tanjungpinang, Andi Taufik Saputra, menyatakan dukungannya terhadap program asesmen dan mitigasi keamanan yang dilakukan BNPT.

Ia menegaskan pihaknya telah menerapkan berbagai langkah pengamanan guna memastikan keberlangsungan operasional pembangkit listrik serta menjaga stabilitas pasokan energi bagi masyarakat. "Sebagai pengelola pembangkit listrik, kami berkomitmen menjaga keamanan fasilitas dan memastikan pelayanan kelistrikan tetap berjalan optimal. Berbagai langkah mitigasi telah kami siapkan untuk menghadapi berbagai potensi risiko, termasuk ancaman terorisme," kata Andi.

Menurut Andi, sejumlah langkah yang telah diterapkan di PLTD Tanjungpinang dan PLTU Tanjung Balai Karimun meliputi penyusunan prosedur mitigasi tindak pidana terorisme yang terintegrasi dengan sistem pengamanan pembangkit, penyediaan sarana pendukung keamanan, pelatihan bersertifikasi bagi petugas keamanan, hingga evaluasi sistem pengamanan secara berkala.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mengapresiasi perhatian BNPT dalam memperkuat sistem keamanan objek vital nasional di wilayah Kepulauan Riau.

Menurut Nyanyang, posisi strategis Kepulauan Riau sebagai daerah perbatasan yang berada di jalur pelayaran dan perdagangan internasional membuat aspek keamanan menjadi perhatian utama pemerintah daerah. "Kepulauan Riau merupakan wilayah yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada di jalur perdagangan internasional. Karena itu, upaya pencegahan dan mitigasi terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk terorisme, menjadi sangat penting," ujar Nyanyang.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendukung penuh berbagai program BNPT dalam memperkuat sistem pengamanan objek vital nasional, termasuk fasilitas pembangkit listrik yang menjadi penopang utama aktivitas masyarakat dan dunia usaha.

"Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pengelola objek vital harus terus diperkuat agar Kepri tetap aman, kondusif, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan," tegasnya.

Melalui asesmen yang dilakukan BNPT tersebut, diharapkan sistem pengamanan pembangkit listrik di Kepulauan Riau semakin kuat dan mampu mengantisipasi berbagai potensi ancaman. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat menjamin keberlanjutan pasokan energi yang menjadi kebutuhan vital masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

Editor: Gokli