Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Pemerintah Gelontorkan Stimulus Rp 26,34 Triliun pada Semester II 2026, Fokus Jaga Daya Beli
Oleh : Redaksi
Selasa | 23-06-2026 | 15:48 WIB
Menko-Airlangga5.jpg Honda-Batam
Menko Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers terkait Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (22/6/2026). (Kemenko Perekonomian)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun untuk Semester II 2026 sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mengantisipasi dampak ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Kebijakan tersebut diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers terkait Stimulus Ekonomi Triwulan II dan Semester II 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (22/6/2026).

Menurut Airlangga, meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, berbagai risiko global masih berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah mengambil langkah antisipatif melalui sejumlah program stimulus yang diarahkan untuk menjaga konsumsi, memperkuat dunia usaha, meningkatkan kualitas tenaga kerja, serta memperkuat jaring pengaman sosial.

"Oleh karena itu, sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, pada kesempatan ini kami akan mengumumkan stimulus ekonomi di semester kedua. Sebagian besar sudah disampaikan sesudah rakortas dan juga sebagian lagi merupakan arahan daripada Bapak Presiden," kata Airlangga.

Paket stimulus tersebut terbagi dalam tiga pilar utama, yakni dukungan terhadap konsumsi dan dunia usaha, penguatan ketenagakerjaan melalui program magang dan vokasi, serta bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Diskon Transportasi dan Insentif Industri

Pada pilar pertama, pemerintah menyiapkan sejumlah insentif untuk mendorong konsumsi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi.

Salah satunya adalah pemberian tarif khusus Pajak Penghasilan (PPh) Final Royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis nasional sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif.

Selain itu, pemerintah memberikan berbagai diskon transportasi selama musim libur sekolah dan periode Natal-Tahun Baru (Nataru). Untuk libur sekolah, masyarakat akan memperoleh diskon tiket kereta api sebesar 30 persen pada 20 Juni hingga 5 Juli 2026 serta diskon tarif dasar kapal Pelni sebesar 30 persen hingga 15 Agustus 2026.

Pemerintah juga menggratiskan tarif jasa kepelabuhanan ASDP dan memberikan subsidi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal.

Kebijakan serupa akan kembali diterapkan selama periode Natal dan Tahun Baru dengan target jutaan penumpang di berbagai moda transportasi.

Di sektor industri, pemerintah menetapkan bea masuk nol persen untuk impor LPG bagi industri petrokimia dan bahan baku plastik. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga barang konsumsi.

Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi

Pilar kedua difokuskan pada penguatan sumber daya manusia dan penciptaan peluang kerja.

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 4,14 triliun untuk Program Magang Nasional Tahap II yang akan dimulai pada Juli 2026. Program tersebut menargetkan 150 ribu lulusan perguruan tinggi atau fresh graduate.

Selain itu, pemerintah menyiapkan dana Rp 2,12 triliun untuk program pelatihan vokasi yang ditujukan kepada 220 ribu lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar lebih siap memasuki dunia kerja.

Program tersebut juga mencakup peningkatan keterampilan bagi 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) agar dapat kembali terserap di pasar tenaga kerja.

Bantuan Beras untuk 33 Juta Keluarga

Pada pilar ketiga, pemerintah memperkuat jaring pengaman sosial melalui bantuan pangan.

Mulai Juli 2026, pemerintah akan menyalurkan bantuan beras sebanyak 10 kilogram per bulan kepada 33,24 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan berturut-turut. Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp 17,54 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan stabilisasi harga dan pasokan kedelai bagi pengrajin tahu dan tempe. Bantuan diberikan hingga Rp 2.000 per kilogram untuk kuota awal sebanyak 250 ribu ton di wilayah yang harga kedelainya berada di atas Harga Acuan Pembelian (HAP).

Airlangga menjelaskan, total stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah pada Semester II 2026 mencapai Rp 26,34 triliun. "Jadi total stimulus yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk di semester kedua ini nilainya sekitar Rp 26,34 triliun, terdiri dari stimulus insentif transportasi sekitar Rp 2,04 triliun, anggaran magang dan vokasi sekitar Rp 6,26 triliun, dan bantuan pangan sebesar Rp 18,04 triliun," pungkas Airlangga.

Pemerintah berharap paket stimulus tersebut mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, memperkuat daya beli masyarakat, serta meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang masih dinamis.

Editor: Gokli