Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

BP Batam-BRIN Kolaborasi Kembangkan Science Park, Industri Hijau dan Ketahanan Air
Oleh : Redaksi/Alex
Senin | 22-06-2026 | 11:28 WIB
BP-BRIN.jpg Honda-Batam
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) BP Batam dengan BRIN tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6/2026). (BP Batam)

BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Riset dan Inovasi serta Pengkajian Pembangunan Batam Science and Technology Park. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Kerja sama ini mencakup sejumlah isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan Batam, mulai dari pengembangan Batam Science and Technology Park, pengelolaan energi dan sumber daya air, penerapan teknologi sirkular, pengembangan industri maritim berkelanjutan, hingga transformasi menuju industri hijau.

Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Hendrian, mengatakan kolaborasi tersebut dirancang untuk menghasilkan solusi berbasis riset yang dapat diterapkan secara langsung guna mendukung kebutuhan masyarakat dan dunia usaha di Batam.

"Kami berharap hasil riset dan inovasi BRIN dapat memberikan kontribusi nyata bagi Batam. Berbagai potensi yang ada harus diwujudkan menjadi solusi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri," ujar Hendrian.

Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam, Sudirman Saad, menegaskan bahwa kerja sama dengan BRIN menjadi langkah penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah, khususnya terkait ketahanan sumber daya air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat dan sektor industri.

Menurut Sudirman, Batam memiliki karakteristik wilayah yang berbeda dibandingkan daerah lain karena tidak memiliki sumber air dari sungai maupun kawasan hutan yang luas. Seluruh kebutuhan air bersih bergantung pada curah hujan yang ditampung melalui delapan waduk yang tersebar di wilayah Batam.

"Kami tidak memiliki hutan maupun sungai. Pasokan air sepenuhnya bergantung pada air hujan yang ditampung di delapan waduk. Karena itu, inovasi, digitalisasi, dan pengelolaan daerah tangkapan air menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Dukungan riset dari BRIN akan sangat penting bagi keberlanjutan Batam," kata Sudirman.

Dalam implementasinya, kolaborasi tersebut melibatkan tujuh kegiatan riset dari lima pusat riset BRIN dan tiga unit teknis BP Batam. Sebanyak 10 aktivitas yang mencakup enam topik utama telah disusun dalam peta jalan pengembangan untuk dilaksanakan secara bertahap selama tiga tahun ke depan.

Direktur Kemitraan Riset dan Inovasi BRIN, Asep Riswoko, menjelaskan seluruh program yang dirancang difokuskan pada pemanfaatan hasil riset agar dapat diimplementasikan secara nyata untuk mendukung pengembangan kawasan strategis Batam. "Kolaborasi ini dapat menjadi langkah awal konkret dalam memperkuat peran riset bagi pembangunan kawasan strategis Batam," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BRIN, Arif Satria, menilai kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk menjembatani kesenjangan antara hasil penelitian dan kebutuhan industri, sehingga inovasi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat langsung bagi pembangunan ekonomi.

"BRIN ingin menjadi think tank bagi pemerintah dengan membantu mengidentifikasi persoalan dan menawarkan solusi berbasis teknologi. Riset harus menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan industri dan masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini mampu menarik investasi yang lebih besar ke Batam," kata Arif.

Melalui kemitraan ini, BP Batam optimistis pemanfaatan riset dan inovasi akan memperkuat ketahanan sumber daya air, mempercepat pengembangan kawasan berbasis teknologi, mendorong pertumbuhan industri hijau, serta meningkatkan daya tarik investasi berkelanjutan di Batam.

Editor: Gokli